Potret Sejarah dan Dinamika Kota dalam Pameran ‘la[lampah]an’

- Minggu, 28 Agustus 2022 | 18:29 WIB
Pameran seni bertajuk la[lampah]an di De Braga Artotel menampilkan 23 karya dari 10 seniman. (Foto: Marshal Deru Bumi/Beritabaik.id)
Pameran seni bertajuk la[lampah]an di De Braga Artotel menampilkan 23 karya dari 10 seniman. (Foto: Marshal Deru Bumi/Beritabaik.id)

BERITABAIK.ID - Ada pameran seni bertajuk ‘la[lampah]an’ yang digelar di De Braga Artotel, Bandung. Pameran ini menampilkan 23 karya dari 10 seniman.

Pameran ini berkolaborasi dengan Komunitas Lukis Cat Air (KOLCAI). Secara umum, judul pameran ini diambil dari kata ‘Lampah’ dan ‘Lalampahan’ yang berasal dari Bahasa Sunda.

Kata ini bermakna sebagai sebuah tindakan baik itu sebagai sebuah aksi, reaksi maupun respons terhadap sebuah fenomena maupun gagasan dalam diri. Sedangkan lalampahan merujuk pada makna perjalanan.

Kurator Pameran Anton Susanto menyebut, pameran ini menampilkan ruang gerak ekspresif dari kesepuluh pameris.

“Dengan merujuk pada dua kata tersebut, para seniman memiliki ruang gerak yang bebas dalam menuangkan ekspresi dalam gagasannya untuk dihadirkan dalam pameran la[lampah]an ini,” ucapnya.

Baca Juga: Mencanting Batik hingga Paduan Suara, UI Catatkan Dua Rekor Dunia

Menelisik maknanya lebih jauh, pameran ini coba menampilkan warna khas Kota Bandung, yang dianggap memberi nuansa tersendiri dalam perjalanan berdirinya Republik Indonesia.

Medium dan material pameran seperti cat air dan kertas dalam tiap karya melambangkan ornamen sebuah kota dibuat.

Pameran seni bertajuk la[lampah]an di De Braga Artotel menampilkan 23 karya dari 10 seniman. (Foto: Marshal Deru Bumi)

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pesan Ridwan Kamil untuk Kelompok Penyanyi Jalanan Jabar

Minggu, 25 September 2022 | 22:25 WIB
X