• Rabu, 10 Agustus 2022

4 Minuman Tradisional Indonesia yang Bisa Kamu Buat di Rumah

- Kamis, 5 Mei 2022 | 08:00 WIB
 (dok. Indonesia.Travel)
(dok. Indonesia.Travel)

TemanBaik, Indonesia kaya akan budaya dan tradisi luhur yang berlangsung dari satu generasi ke generasi lainnya. Warisan budaya dan tradisi ini ini menyimpan nilai luhur serta nilai manfaat yang sudah terbukti dari masa ke masa. Salah satunya Minuman tradisional.

Minuman tradisional sebagai salah satu warisan budaya yang memiliki nilai manfaat tinggi. Dengan menggunakan bahan-bahan alami, banyak khasiat di dalam setiap gelas atau cangkir minuman tersebut. Salah satu manfaatnya adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan bahan-bahan yang alami, tentu sangat mudah juga bagi kita untuk membuatnya di rumah.

Dari sekian banyak minuman tradisional asli Indonesia, berikut beritabaik.id rangkum beberapa jenis minuman yang bisa menjadi pilihan untuk kita nikmati bersama keluarga dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan citarasa yang unik dan autentik.

Wedang Uwuh, khas Bantul, Yogyakarta
Sebenarnya secara harfiah, wedang uwuh berarti minuman “sampah”. Eits, jangan merasa risih dan berpikiran buruk terlebih dahulu. “Sampah” di sini artinya adalah sebagai bahan-bahan seadanya yang bisa digunakan untuk membuat minuman penghangat. Minuman ini kaya akan kandungan rempah, sehingga wedang uwuh ini memiliki kadar antioksidan yang tinggi dan dapat membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Bahan dan cara membuatnya cukup sederhana. Kita hanya perlu menyediakan Jahe, Cengkeh, Daun cengkeh, Daun kayu manis kering, Daun pala kering, Kayu secang dan Gula batu.

Pertama-tama, panggang jahe di bara api, lalu setelah mulai harum pipihkan jahe tersebut. Kemudian, rebus air hingga mendidih dan masukkan jahe yang sudah dipipihkan tadi. Tunggu beberapa saat, kemudian tambahkan cengkeh, daun cengkeh, daun kayu manis, daun pala dan kayu secang. Aduk hingga merata, dan tunggu hingga air rebusan berubah warna menjadi merah. Setelah selesai, matikan api, dan tuang ke dalam gelas, Wedang uwuh siap dinikmati selagi hangat, tambahkan sedikit gula batu untuk membuatnya makin mantap untuk dinikmati.

Bajigur dari Jawa Barat
Jika wedang uwuh dari Bantul memiliki rasa yang ‘pedas’ dan hangat, berbeda dengan bajigur khas Jawa Barat. Minuman yang satu ini didominasi rasa manis dan legit, yang telah mengalami banyak pengembangan resep yang cukup luas. Bajigur sangat cocok dikonsumsi saat malam hari. Biasanya, menikmati Bajigur jadi lebih sedap dengan ditemani camilan seperti pisang atau singkong goreng yang renyah.

Konon, minuman ini tercipta dari kebiasaan para petani Sunda yang sering membuat minuman dari gula aren sebelum berangkat ke sawah. Resep minuman ini sudah berkembang seiring waktu dengan menambah bahan-bahan yang kaya manfaat.

Sarabba, khas masyarakat Bugis
Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan punya minuman tradisional yang menyegarkan. Namanya Sarabba. Minuman yang memadukan gula aren, jahe, santan, dan kuning telur ini sangat cocok dinikmati di sore hari bersama makanan ringan. Tentu tubuh akan merasa hangat setelah minum Sarabba. Bahan dan cara membuatnya cukup sederhana. Pertama kita membutuhkan air, jahe yang dikupas, gula merah, bubuk kayu manis, bubuk pala, merica bubuk, santan kental dan kuning telur.

Baca Juga: Menparekraf Ceritakan Pariwisata Berkelanjutan Indonesia di Forum UNWTO

Cara membuatnya, pertama-tama rebus gula merah pada air mendidih hingga lumer. Lalu tambahkan jahe, merica, pala, dan kayu manis, masak hingga aroma harum jahenya muncul. Kecilkan api, dan perlahan masukkan santan kental di dalam rebusan tersebut. Aduk perlahan. Masukkan ke dalam cangkir dan tambahkan kuning telur di dalamnya, lalu aduk hingga merata dan pun Sarabba siap disajikan saat masih hangat.

Bir Pletok, Khas Masyarakat Betawi
Walaupun namanya bir pletok, minuman tradisional satu ini sama sekali tidak mengandung alkohol, loh TemanBaik! Bir pletok muncul dari rasa penasaran masyarakat Betawi di era kolonial, yang ingin mencoba anggur yang diminum oleh Belanda.

Karena larangan minuman beralkohol, masyarakat justru menciptakan satu minuman khas, yang hingga kini dikenal luas di komunitas masyarakat Betawi. Jika kita melihat bahan yang digunakan, akan paham mengapa minuman yang satu ini berkhasiat untuk kesehatan.

Bahan-bahan bir pletok terdiri dari Jahe, Cengkeh, Pala, Merica, Sereh, Kapulaga, Kayu manis, Kayu secang, Daun pandan, Daun jeruk dan Gula pasir. Cara membuatnya pun sederhana. Pertama, geprek jahe, pala, merica, kapulaga, dan sereh secara bersamaan. Masukkan ke dalam panci, lalu panaskan dengan api sedang. Tambahkan bahan lainnya ke dalam panci tersebut, daun pandan, kayu secang, kayu manis, dan gula, kemudian aduk hingga rata. Kemudian, biarkan mendidih dengan api kecil, kurang lebih 20 sampai 25 menit. Sajikan selagi hangat.

Bandrek, khas Jawa Barat
Bandrek merupakan minuman tradisional khas Jawa Barat yang menggunakan bahan utama gula aren, jahe, dan serai. Sensasi hangat di dalam tubuh dan efek jahe dan serai bisa membuat tubuh terasa nyaman, dan sangat cocok diminum saat sore atau malam hari.
Bahan-bahan untuk membuat bandrek juga sederhana. Kita hanya membutuhkan air mineral, gula merah, tangkai serai yang dipipihkan, jahe bakar yang dipipihkan, garam, daun pandan yang dicuci bersih, dan sedikit susu kental manis.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X