Mengenal Lebih Dekat Bamboo Dome lewat Cerita Ashar Sang Pakar

- Jumat, 18 November 2022 | 10:20 WIB
Para pemimpin dunia sedang menikmati santap siang di Bamboo Dome. (Dok. Universitas Gadjah Mada)
Para pemimpin dunia sedang menikmati santap siang di Bamboo Dome. (Dok. Universitas Gadjah Mada)

 

BERITABAIK.ID - Bamboo Dome di Apurva Kempinski, Nusa Dua, Bali menjadi perbincangan menarik di tengah perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 Indonesia. Bangunan indah di tepi pantai ini merupakan lokasi Presiden Joko Widodo menikmati santap siang makanan khas Indonesia bersama dengan para pemimpin dan delegasi G20.

Untuk diketahui, Bamboo Dome merupakan mahakarya kolaborasi Elwin Mok, visual creative consultant KTT G20, Rubi Roesli, desainer Bamboo Dome, dan ada satu nama Ashar Saputra sebagai pakar bambu dari Universitas Gadjah Mada.

Ashar dikenal sebagai peneliti yang giat mengkaji bambu. Awal keseriusannya meneliti bambu terjadi pada 2008. Kala itu ia bekerja sama dalam pembangunan sekolah alam internasional yang seluruh bangunannya menggunakan bambu di Bali. Dari awal kerja sama tersebut ia kenal dengan para penggiat bambu.

Sampai saat ini Ashar telah bekerja sama dengan penggiat bambu untuk membuat bangunan bambu, tak hanya di Indonesia, namun juga di beberapa negara seperti Belgia, Cina, dan India.

Baca Juga: ‘Mau Tak Mau’, Cara Rayhan Noor Sikapi Kenyataan Hidup

Ashar tidak menyangka sebelumnya bahwa ia akan dilibatkan dalam pembuatan Bamboo Dome. Berawal dari kontak teman penggiat bambu dari Bali yang menawarkan kerja sama dengan panitia nasional G20 dalam pembuatan lokasi jamuan makan para pemimpin dan delegasi G20.

Tawaran ini bukan tanpa tantangan, perajin hanya memiliki waktu yang relatif singkat untuk menyiapkan lokasi yang estetik dan aman.

“Para penggiat, perajin bambu disediakan tiga minggu untuk menyelesaikan Bamboo Dome. Ini menuntut kerja sama yang intens antara arsitek, perajin bambu, dan saya untuk memastikan keamanannya sehingga harus dikawal dengan cukup ketat karena pekerjaannya cukup banyak dan harus zero tolerance terkait keamanan struktur bangunan,” papar Dosen Departemen Teknik Sipil FT UGM ini.

Halaman:

Editor: Marshal Deru Bumi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengintip Keindahan Kampung Kaligrafi di Kota Bandung

Selasa, 3 Januari 2023 | 15:00 WIB

10 Tips Traveling yang Aman dan Menyenangkan

Sabtu, 26 November 2022 | 08:27 WIB

Mantap! Ada Sikruit RC Baru di Antapani Kidul Bandung

Kamis, 3 November 2022 | 16:36 WIB

5 Tempat Wisata di Jawa Barat Berbalut Cerita Legenda

Minggu, 30 Oktober 2022 | 09:20 WIB
X