• Rabu, 7 Desember 2022

Hari Buruh Internasional 2022, Nikmati Film Lokal Bertema Buruh

- Sabtu, 30 April 2022 | 11:35 WIB
Setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional.  (Pixabay)
Setiap 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh Internasional. (Pixabay)

Tanggal 1 Mei dunia memperingati May Day atau Hari Buruh Internasional yang bisa diisi dengan berbagai kegiatan.

Sejak 2014, pemerintah Indonesia menjadikan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day sebagai hari libur nasional.

Momentum yang sebelumnya hanya dirayakan kalangan kelas pekerja tertentu di Indonesia sebagai sebuah gerakan, kini dinikmati juga oleh lebih banyak kelas pekerja.

Disarikan dari berbagai sumber, ada film-film buah karya Sineas Indonesia yang layak menjadi tontonan di Hari Buruh Internasional atau May Day.

1. Hongkong Kasarung

Film fiksi ini digarap oleh penulis-sutradara-produser Eric Satyo. Kisahnya tentang Sule (Sule), pemuda kampung Sunda yang patah hati karena perempuan lalu tergiur iming kekayaan dengan cara menjadi tenaga kerja migran. Dia dibantu oleh pamannya (Sas Wijanarko), agen tenaga kerja yang ternyata seorang penipu.

Alhasil, Sule yang ingin ke Malaysia justru ditelantarkan ke Hong Kong. Nasib buruk mengantarkan dia bertemu Aline (Pamela Bowie), gadis putri pengusaha Indonesia yang bermasalah dengan bos preman lokal (Iwa K).

2. My Stupid Boss

Film berkisah tentang hubungan kerja Dian (Bunga Citra Lestari), seorang pegawai di kantor perusahaan Kuala Lumpur, dengan bosnya Bossman (Reza Rahadian) yang sangat "ajaib" karena nyaris selalu punya keinginan tak lazim dan mustahil.

Perusahaan ini tidak memiliki sistem dan aturan yang jelas karena ulah Bossman si biang kerok. Prinsipnya, "impossible we do, miracle we try". Kesabaran Dian diuji dalam menghadapi situasi kacau ini.

3. Minggu Pagi di Victoria Park

Disutradarai Lola Amaria yang sekaligus menjadi aktris utama bersama Titi Rajo Bintang. Kisahnya mengikuti Mayang (Lola), yang dipaksa ayahnya ke Hong Kong untuk menjadi tenaga kerja wanita dan mencari adiknya, Sekar (Titi). Sekar merantau sebagai buruh migran tapi telah lama tak berkabar kepada keluarga di Jawa.

Atas bantuan beberapa teman dan kenalan, Mayang menemukan bahwa Sekar bersembunyi dari kawan-kawan buruh migran karena terjerat utang dan tidak mampu bayar.

Sekar "malu" ditolong. Perjalanan kisah Mayang dan Sekar diwarnai penggambaran kehidupan para tenaga kerja wanita Indonesia di Hong Kong yang diliputi beragam masalah personal.

4. Alangkah Lucunya Negeri Ini

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangga! Anak Muda Kota Bandung Juara Bahasa Ibu

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:10 WIB

Catat! Ada Bursa Kerja Disabilitas 3 Desember Nanti

Rabu, 30 November 2022 | 16:00 WIB

E-Penting, Langkah Cepat untuk Intervensi Stunting

Rabu, 30 November 2022 | 15:04 WIB
X