Orogensys, Inovasi Penangkap Kabut Penghasil Air Buatan Mahasiswa UI

- Kamis, 8 Desember 2022 | 12:20 WIB
Ilustrasi air. (Unsplash/David Becker)
Ilustrasi air. (Unsplash/David Becker)

BERITABAIK.ID - Mahasiswa UI menggagas penangkap kabut ramah lingkungan bernama Orogensys. Alat ini bisa memaksimalkan potensi sekaligus mengakhiri permasalahan kesulitan air yang menghantui Kabupaten Gunungkidul.

Mereka adalah tiga mahasiswa FMIPA UI yakni Yudha Adi Putra (Geofisika 2020), Ralfy Ruben Rialdi (Geofisika 2020), Rizka Destiana Novani (Geologi 2020), dan dua mahasiswa FT UI, Matthew Aristotheo (Teknik Mesin 2020), dan Andika Faishal Aziz (Teknik Mesin 2020).

Baca Juga: Ada Pentas Teater ‘Semalam Masa Silam Mengunjungiku’ Akhir Pekan ini

Lewat keterangan resmi Universitas Indonesia, inovasi ini digagas karena kurangnya sumber air di wilayah Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Gunungkidul menunjukkan bahwa pada tahun 2021 kekeringan air berdampak pada 16 kecamatan dan mengancam penghidupan lebih dari 127.000 warga Gunungkidul.

Maka dari itu, mereka menciptakan Orogenesys, yang bermakna istilah geologis “orogen” yang berarti “pegunungan” dalam bahasa indonesia, dan “sys” yang merupakan kependekan dari “system”.

Baca Juga: 7 Cara Paling Ampuh Merawat Jeans agar Awet dan tak Cepat Pudar

Orogensys perlu melewati beberapa tahapan agar dapat diterapkan secara luas. Tahap pertama meliputi riset lanjutan untuk menyempurnakan cetak biru Orogensys yang dilanjut dengan tahap Pilot Project di Desa Natah, salah satu desa dengan tingkat kekeringan yang tinggi di Gunungkidul, dan diakhiri oleh tahap produksi dan implementasi massal.

Sebagai pamungkas, mereka berharap inovasi ini dapat membantu menyediakan air tidak hanya untuk Gunungkidul, namun juga daerah lain yang terdampak masalah serupa. Hal ini senada dengan sustainable development goals (SDGs) nomor 6.

“Kami berharap orogensys dapat memberikan harapan bagi warga atas kesulitan air yang mengancam penghidupan warga Gunungkidul sekaligus menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi-potensi lokal untuk menyelesaikan isu-isu global,” ujar Ruben mewakili tim. ***

Halaman:

Editor: Marshal Deru Bumi

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tim Gryffindor ITS Sulap Bambu Jadi Bahan Bakar PLTU

Minggu, 25 Desember 2022 | 11:30 WIB

SMART, Inovasi Pelacak Energi Surya Buatan Mahasiswa UI

Selasa, 29 November 2022 | 12:00 WIB
X