• Rabu, 7 Desember 2022

Pastikan Bandung tetap Bersih, DLH Siagakan 1.500 Tenaga Kebersihan saat Lebaran

- Sabtu, 30 April 2022 | 11:19 WIB
 (dok. Humas Kota Bandung)
(dok. Humas Kota Bandung)
 
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menurunkan 1500 personel tenaga kebersihan untuk mengantisipasi peningkatan produksi sampah saat H-4 sampai H+5 lebaran.Para petugas didukung dengan 111 armada terdiri dari truk, pikap, hingga motor sampah.
 
"Kami dari Dinas Lingkungan Hidup mengantisipasi ini (peningkatan produksi sampah) dengan menurunkan 1.500 tenaga kebersihan," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi, tengah pekan ini.
 
Yudi memperkirakan, terjadi peningkatan produksi sampah pada lebaran tahun ini naik sekitar 2-5 persen dari hari biasa. 
 
Saat ini, kata dia, produksi sampah Kota Bandung sekitar 1200 ton per hari, dia memprediksi peningkatan sampah sampai 60 ton di hari lebaran.
 
"Tonase dihari biasa sekitar 1200 ton, kita prediksi peningkatan ke 1250-1260 ton per hari di hari lebaran," ujar Dudy. 

Baca Juga: 3 Ruas Jalan Tol yang Bisa Jadi Jalur Alternatif saat Mudik Lebaran 2022
 
Penambahan sampah, kata Yudi, tersebar di tempat wisata dan pusat kegiatan lebaran seperti tempat takbiran, salat Idulfitri, halal bihalal, dan ziarah.
 
"Karena Kota Bandung merupakan destinasi wisata, kita antisipasi penumpukan di tempat tempat wisata. Selain itu kita juga antisipasi saat selesai salat Id," kata dia.
 
Dudy menyampaikan, pada hari H lebaran, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti ditutup. Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk menahan membuang sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
 
Selain itu, ia juga meminta masyarakat untuk menerapkan konsep Kang Pisman (Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan Sampah) dengan memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri.
 
Masyarakat bisa memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Sampah organik, menurut dia, bisa diolah dijadikan pupuk kompos. 
 
Sementara untuk sampah anorganik, dikumpulkan dan bisa dikirimkan ke bank sampah yang tersebar di kelurahan dan kecamatan.
 
"Selain bisa mengurangi, sampah tersebut bisa kita tabung di bank sampah yang tersebar di kewilayahan dan menghasilkan nilai ekonomi tersendiri," ujarnya.
 
Penerapan Kang Pisman, kata dia, telah mengurangi lebih dari 20 persen yang dikirimkan ke TPS. Maka, menurutnya penerapkan Kang Pisman secara langsung akan mengurangi beban penumpukan sampah.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bangga! Anak Muda Kota Bandung Juara Bahasa Ibu

Sabtu, 3 Desember 2022 | 11:10 WIB

Catat! Ada Bursa Kerja Disabilitas 3 Desember Nanti

Rabu, 30 November 2022 | 16:00 WIB

E-Penting, Langkah Cepat untuk Intervensi Stunting

Rabu, 30 November 2022 | 15:04 WIB
X