• Rabu, 17 Agustus 2022

Damar Kurung, Merawat Tradisi Cahaya Menyambut Ramadan

- Kamis, 7 April 2022 | 12:10 WIB
 (dok. Djuli Pamungkas)
(dok. Djuli Pamungkas)

Sejumlah warga Kampung Cibogo Atas, Sukajadi, Kora Bandung tampak antusias mengikuti kegiatan pawai 'Sariak Layung Damar Kurung'. Pawai tersebut yakni berkeliling kampung dengan membawa lampion kayu dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan dan memperkenalkan tradisi damar kurung.  Rabu (06/04/22) 

Damar kurung adalah lampion kayu berbentuk segi empat yang masing-masing sisi-sisinya dihias berbagai macam lukisan. Damar kurung ini dikenan dan berasal dari Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Acara 'Sariak Layung Damar Kurung' sendiri  adalah sebuah rangkaian kegiatan yang memperkenalkan Damar Kurung di kota Bandung. Kegiatan sebelumnya ini dibuka dengan Ngabuburit Damar Kurung, yaitu lokakarya pembuatan Damar Kurung (lentera) bersama warga di kawasan Cibogo Atas, Kota Bandung, Jawa Barat.

Lokakarya ini diinisiasi oleh pelaku budaya asal Gresik Novan Effendy bersama Rakarsa Foundation. Melalui lokakarya ini diharapkan kegiatan ini dapat memperkenalkan dan menghidupkan Damar Kurung sebagai kekayaan warisan budaya takbenda Indonesia.

Selain itu, lewat program ini, diharapkan menjadi sebuah usaha untuk mengembangkan nilai produk-produk kreatif yang berkembang dari tradisi cahaya. Melalui keseluruhan kegiatan ini, Novan Effendy dan Rakarsa Foundation berharap Damar Kurung dan perkembangannya dapat menjadi potensi ekonomi kreatif selanjutnya.

Baca Juga: Ruang Pamer 'Kembara Biru' Karya Theresia Agustina Sitompul di Museum MACAN

Ia pun menuturkan "Dengan acara ini, harapannya tingkat kreativitas warga bisa berkembang dan mengambil hal positif. Paling penting bagaimana budaya cahaya bisa makin berkembang. Pawai obor sudah jarang dan kita pakai damar kurung untuk memantik lagi budaya-budaya cahaya ini." 

(dok. Djuli Pamungkas)

Selain acara lokakarya dan pawai bersama warga Cibogo Atas, 'Sariak Layung Damar Kurung' akan menghadirkan rangkaian aktivitas lainnya, yakni pameran Damar Kurung di Goethe Institut Bandung pada 27 - 28 April 2022, dan Pameran Mini Museum Damar Kurung 20 Mei 2022 mendatang.

Damar Kurung adalah lentera dekorasi khas Gresik yang di masa modern dipopulerkan oleh Sriwati Masmundari (almh). Masyarakat Gresik memiliki tradisi memasang Damar Kurung di depan rumah untuk menyambut Ramadhan.

Gambar-Gambar di Damar Kurung bercerita mengenai keseharian masyarakatnya. Di Bandung, Damar Kurung juga dianggap sebagai sumber penerangan seperti yang dikenal oleh ibu-ibu di Kawasan Cibogo, Bandung.

Sebagai catatan, Novan Effendy merupakan seniman dan desainer lintas disiplin dengan fokus pada proyek konseptual, situs spesifik, dan partisipatif. Ia percaya bahwa seni dapat membantu kita memediasi lingkungan, baik sebagai penonton maupun sebagai partisipan.

Penciptaan, rancangan, dan hasil karya yang ia kerjakan, tercatat di beberapa proyek kolaborasi seni dan pameran terkemuka di berbagai lokasi eksperimental di Indonesia. Salah satunya, DIY Bonbin (2015) kolaborasi langka bersama Kingsley Ng, seorang seniman inter-disipliner yang berbasis di HongKong dan proyek kolaborasi seni tersebut berhasil diwujudkan di Kebun Binatang Surabaya.

Saat ini ia tengah menjalani program Beyond Projects and Spaces Art and Cultural Management Fellowship 2022 oleh Goethe Institut Southeast Asia dengan mengajak Rakarsa Foundation yang berbasis di kota Bandung.

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berseni Kembali Bersama 'Musim Seni Salihara 2022'

Senin, 1 Agustus 2022 | 09:15 WIB

Resmi! Bandung Menjadi Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 12:57 WIB

Yuk, Kenali 9 Jenis Angklung dan Fungsinya

Kamis, 19 Mei 2022 | 18:07 WIB
X