• Selasa, 27 September 2022

Mengenang Mukti Mukti, Musisi yang 'Jauh dari Keluasan Kota'

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 09:48 WIB
Salah satu penampilan musisi sekaligus solois Mukti Mukti. (Dok pribadi)
Salah satu penampilan musisi sekaligus solois Mukti Mukti. (Dok pribadi)

"Dan kematian yang indah itu adalah milik kita sebagai air yang tak mengalir lagi, atas polusi udara yang mematikan, atas sunyi hutan sunyiku yang hilang, atas tanah yang tak tergarap lagi, atas perbudakan dan pembodohan manusia yang tak malu-malu lagi.

Maka katakanlah satu hal pada orang-orang dengan penuh cinta dan darah yang tercurah di setiap perjamuan: REVOLUSI !!"

Dalam bingkai pigura hitam berukuran cukup besar, tulisan itu terpasang pada dinding teras samping rumah di Jalan Batu Permata I No 11D.

Ditutup kaca kusam yang sebagian sudah pecah, catatan bernada kegelisahan dan perlawanan itu cukup menarik perhatian.

Baca Juga: Cerita Dara Adin Pramesti, Senang Bisa Jadi Anggota Paskibraka

Ada rangkaian kata dengan huruf lebih kecil yang menjelaskan siapa penulisnya. Dialah Mukti Mukti, musisi sekaligus solois balada asal Kota Bandung.

"Kalimat di atas merupakan catatan harian yang ditulis oleh Mukti Mukti di tahun 1987," begitu keterangan pada tulisan tersebut.

Dilihat dari tahun pembuatannya, Mukti Mukti yang lahir pada 1968 menulis catatan itu kala masih berusia 19 tahun atau duduk di bangku kuliah.

Catatan itu menjadi bukti betapa Mukti Mukti menunjukkan sikap kritis sejak muda dan konsisten hingga ajal menjemput.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mimpi dan Konsistensi Vanya untuk Terus Menari

Senin, 19 September 2022 | 12:15 WIB

Menyelami Keindahan Gambar Nadya Sebagai Alat Komunikasi

Jumat, 16 September 2022 | 20:30 WIB

Tekad Hericka Wulandari Ingin Jadi Guru SLB Sejak Muda

Kamis, 15 September 2022 | 11:00 WIB
X