Cerita Dimas Pandawa, Dirikan Sekolah Budaya untuk Lahirkan Pemimpin Muda

- Minggu, 24 April 2022 | 11:17 WIB
 (dok. Sekolah Budaya)
(dok. Sekolah Budaya)

Pada gelombang pertama Dimas memperoleh sebanyak 20 orang pengajar baru yang siap membantunya untuk mendirikan sekolah budaya menjadi lebih baik. hingga saat ini total pengajar atau fasilitator berjumlah 29 orang.

"Kita mencoba untuk tidak hanya menyebarkan ilmu kepada orang disekitar kita, namun mencoba untuk mengajak orang-orang untuk turut serta membagikan ilmu dan pengetahuan yang mereka peroleh," ujar Dimas kepada beritabaik.

Lebih lanjut Dimas pun menjelaskan bahwa di sekolah budaya sendiri terdapat divisi materi yang menyusun materi apa saja yang akan dibawakan saat mengajar anak-anak di desa, agar materi yang dibawakan lebih fleksibel dan tidak terdengar kaku di telinga anak-anak.

"Untuk jadwal sekolah sendiri fleksibel ya, tergantung ada perayaan atau peringatan nasional atau Internasional atau ada materi baru yang belum diketahui anak-anak baru kita mengadakan kegiatan persekolahan," tutur Dimas.

Kegiatan persekolahan ini pun dilakukan di Rumah Dimas, dengan mengumpulkan sejumlah anak-anak yang sudah tergabung dengan sekolah budaya.

"Untuk pendanaannya sendiri waktu dulu saya masih di duta inspirasi Jabar dananya sendiri masih dari Indonesia Event yang kebetulan menaungi kegiatan duta inspirasi Jabar, jadi awal-awal dananya masih dari sana kebetulan ini program kita di duta inspirasi, tetapi selepas jabatan kita cari donatur sendiri untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan," ujar Dimas.

Kerja sama dengan dua panti asuhan di Jawa Barat
Sekolah Budaya ini pun bekerja sama dengan dua panti asuhan yang ada di Jawa Barat yakni Darul Husna dan Indonesia Mandiri. Kedua panti asuhan ini dijadikan sebagai pengaplikasian sekolah budaya.

"Kita sering kali menyelenggarakan kegiatan di kedua panti asuhan ini, terbaru kita mengadakan kegiatan Isra Mikraj di panti Darul Husna, disana kita bertemu dengan anak-anak yang memiliki keinginan yang berbeda-beda ketika disuruh menulis impian mereka," jelas Dimas.

Dimas pun bercerita bahwa ada beberapa anak yang memiliki keinginan untuk mengganti jilbab mereka yang tidak pernah diganti selama bertahun-tahun, ada pula yang berkeinginan untuk memakan ayam goreng siap saji, karena belum pernah mencoba makanan tersebut seumur hidupnya.

"Ketika mendengar keinginan adik-adik itu hati saya benar-benar tersentuh kita seperti ditampar oleh keinginan-keinginan mereka, mungkin bagi kita hal-hal seperti itu sepele dan gampang tetapi bagi mereka yang benar-benar membutuhkan itu sangat berarti," ucap Dimas kepada beritabaik.

Di Akhir sesi bincang-bincang Dimas pun berpesan bagi teman-teman diluar sana yang mungkin saat ini masih gap year seperti dirinya untuk selalu mencari kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita sendiri dan banyak orang diluar sana. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan sambil menunggu pengumuman dari kampus impian seperti mengikuti organisasi, kepanitiaan atau volunteer.

"Yang dibutuhkan dalam menginsipirasi adalah tindakan atau actionnya kita bukan iming-iming yang kita tawarkan," ucap Dima.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X