• Senin, 8 Agustus 2022

Ngobrol di Dapur Bareng Ibu Pejuang Kanker

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:06 WIB

Setelah berkutat dengan pengobatan, rasa syukur menghampiri meski sang anak belum sembuh. Yang terpenting, kondisi sang anak terus membaik.

"Alhamdulillah sudah tiga bulan ini kelihatan segar, aktivitasnya mulai normal, sudah bisa jalan, ceria lagi. Tadinya (kondisinya) buruk, tidur aja, jalan aja enggak bisa, makan enggak mau," tutur Imas.

Di tengah kondisi sulitnya, bersyukur atas perkembangan positif sang anak jadi cara terbaik. Meski ke depan harus terus melakukan pengobatan, ia akan terus berjuang menenami sang anak.

Baca Ini Juga Yuk: Pentingnya Pemahaman Orang Tua soal Kanker pada Anak

-

Tetap Menjaga Semangat
Ade, perempuan asal Cianjur berusia 50 tahun, juga membagi ceritanya seputar anaknya. Sekitar setahun lalu, kondisi anaknya kerap drop dan bolak-balik menjalani perawatan di rumah sakit.

Beberapa bulan lalu, diketahui hasil diagnosis menunjukkan sang anak mengidap leukemia. Kesedihan, bingung, serta pikiran tak menentu membayanginya. Namun, ia tak patah semangat. Sebagai orang tua, ia berusaha selalu terlihat kuat di depan sang anak dan menyembunyikan kesedihan.

Berobat ke rumah sakit di Bandung pun jadi sarana menyemai harapan baginya. Tiga bulan dilalui untuk berobat, termasuk selama itu pula ia tinggal di RPKA. Ia tinggal di sana bersama sang anak dan merasakan berbagai fasilitas gratis yang disediakan.

"Saya juga masih mingguan (jadwal pengobatan anak). Selama sekarang sudah tiga bulan, saya baru sekali pulang karena surat rujukan habis (masa berlakunya)," ucap Ade.

Dalam kurun tiga bulan itu, hanya dua hari saja ia berada di Cianjur. Setelah surat rujukan kembali dimiliki, ia kembali ke Bandung. Tujuannya agar proses pengobatan lebih mudah tanpa harus bolak-balik Cianjur-Bandung.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X