• Selasa, 27 September 2022

Kedai Kopi di Bandung dengan Barista Tunanetra

- Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:00 WIB





TemanBaik ada yang suka minum kopi? Jika ada, kamu bisa mencoba sensasi minum kopi buatan barista tunanetra. Lokasinya ada di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Nama kedai kopinya Cafe More Wyata Guna.

Selayaknya kedai kopi, di sini tersaji berbagai aneka minuman olahan berbahan kopi. Mulai dari es kopi susu gula aren, vanilla machiato, hazelnut mochachino, dan kopi susu jahe.

Tapi, bagi TemanBaik yang enggak suka ngopi atau mau mencoba menu selain kopi, ada menu lain kok. Ada teh jahe, mango tea, hingga camomile tea. Aneka camilan dan kue juga ada untuk pengganjal perut kamu.

Sesuai nama tempatnya, kedai kopi ini berada di bawah pengelolaan Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRPDSN) Wyata Guna. Tempat ini dihadirkan untuk mewadahi tunanetra dengan keahlian baristanya.

Kemampuan menjadi barista ini diberikan tahun lalu oleh Wyata Guna bekerjasama dengan salah satu lembaga dari Korea Selatan. Mereka dilatih para barista profesional sehingga bisa mahir seperti sekarang.

"Kafe ini diresmikan pertengahan Desember 2019 lalu," kata Kepala BRPDSN Wyata Guna Daryono, Jumat (17/1/2020).


Dengan hadirnya kafe ini, Wyata Guna ingin membuktikan kepada publik bahwa tunanetra juga bisa melakukan banyak hal, termasuk menjadi barista. "Ini untuk mewadahi dan memberdayakan mereka," ucapnya.

Para baristanya sendiri adalah penyandang low vision yang digolongkan ke dalam tunanetra. Kondisi ini membuat mereka memiliki penglihatan sangat terbatas, bahkan cenderung mendekati kebutaan.

Meski begitu, jangan ragukan kemampuan mereka dalam meracik kopi. Kopi dan minuman buatan mereka jelas berkelas selayaknya di kedai-kedai kopi. Bahkan, jika kamu mencicipinya tanpa tahu siapa pembuatnya, kamu pasti enggak akan nyangka deh itu buatan barista tunanetra.
-

Cara Mereka Membuat Kopi
TemanBaik pasti penasaran bagaimana para barista tunanetra ini bisa meracik kopi dan minuman lainnya, iya kan? Sepintas, jika kamu datang ke lokasi, kamu mungkin enggak akan langsung sadar bahwa para baristanya adalah tunanetra.

Dimulai dari memilih biji kopi, mereka akan membuatnya menjadi halus melalui alat khusus. Selanjutnya, mereka akan menyiapkan berbagai kebutuhan untuk kopi yang dipesan pelanggan.

Karena penglihatan yang sangat terbatas, mereka sudah menghapal betul di mana mereka meletakkan gula, susu, dan kebutuhan lainnya. Dalam meracik pesanan, sesekali mereka mendekatkan kepalanya ke gelas atau peralatan di sana. Mereka berusaha memaksimalkan penglihatannya yang terbatas.

Setelah semua selesai diracik, kopi akan langsung diberikan pada pemesan. Slurp! pemesan tinggal menikmati minumannya dan merasakan kenikmatannya. Tempat ngopi pun tergolong nyaman dengan dekorasi, tata cahaya, dan hiasan yang nyaman dipandang.

"Kopinya enak, segar. Tempatnya juga nyaman. Saya sendiri kebetulan enggak terlalu suka kopi. Tapi kalau kopi begini (es kopi susu gula aren) suka, buatan mereka enak banget," ucap Abdul Hadi (52), salah seorang pengunjung.

Ia pun kagum dengan kemampuan para barista tersebut. Hal itu menurutnya jadi bukti bahwa di tengah keterbatasannya mereka bisa melakukan sesuatu sama seperti orang dengan penglihatan normal.

Yuniarti Saadah (25), salah seorang barista, mengatakan ia dan rekannya selalu bekerja sebagai sebuah tim. Dari empat barista yang ada, semuanya saling membagi pekerjaan secara giliran.

Bagi Yuni, sapaan akrabnya, menjadi barista jadi pekerjaan menyenangkan. Sebab, ia berusaha memanjakan lidah orang lain. Kepuasan baginya pun sederhana dengan menjadi barista.

"Kepuasan buat saya itu kalau ada konsumen bilang buatan saya enak," tuturnya.

-


Dewi Yuliawati, anggota tim kerja sama Siloam dan Wyata Guna, mengatakan ada cara tersendiri dari kedai kopi tersebut dalam melayani pengunjung. Setiap pengunjung diharuskan memesan sendiri ke kasir, membayar, kemudian akan dipanggil jika pesanan sudah selesai.

Cara ini membuat para barista hanya fokus di belakang meja. Sementara keunikannya, pengunjung justru memiliki kesadaran yang bagus. Mereka akan menyimpan gelas dan piring yang dipakai di dekat kasir setelah selesai dipakai.

"Malah kayak tadi ada pengunjung yang pinjam sapu, dia nyapu sendiri bagian kolong mejanya," ucap Dewi.

Kesadaran-kesadaran seperti itu justru terbangun dengan sendirinya. Hal ini menggambarkan bahwa toleransi menjadi penghias suasana di kedai.

TemanBaik penasaran ingin mencicipi sensasi kopi buatan barista tunanetra ini? Tinggal datang saja ke lokasi. Tapi, tempat ini agak sulit ditemukan karena posisinya tak di pinggir jalan.

Kamu tinggal datang ke Wyata Guna. Setelah melewati gerbang masuk, beberapa meter kemudian ada jalan ke arah kiri. Ikuti deh jalan itu hingga kamu sampai di area parkir dan kamu akan langsung tiba tepat di depan Cafe More Wyata Guna. Selamat mencoba ya, TemanBaik!

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

X