• Sabtu, 13 Agustus 2022

Cerita Petugas Diskar Soal Fenomena Tawon di Kota Bandung

- Selasa, 7 Januari 2020 | 15:30 WIB

Kabar dan pemberitaan soal ular di pemukiman warga beberapa bulan terakhir ini cukup ramai di berbagai daerah. Hal ini juga terjadi di Bandung loh TemanBaik. Catatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, penanganan ular dilakukan sebanyak 49 kali selama 2019.

Tapi, ternyata ada hewan lain yang jumlah penanganannya jauh lebih banyak dilakukan petugas Diskar PB. Hewan itu adalah tawon. Selama 2019, ada 193 penanganan tawon yang dilakukan.

"193 itu laporan dari masyarakat yang kita tindaklanjuti. Di luar itu, ada 50-an laporan yang masuk daftar tunggu," kata Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Kurnia Saputra, Selasa (7/1/2020).

Tawon-tawon itu kebanyakan bersarang di tempat yang sulit dijangkau, misalnya di area atap. Ukuran sarangnya pun beragam, bahkan diameternya ada yang mencapai 1 meter. Hal ini yang bikin masyarakat ngeri sehingga meminta bantuan petugas Diskar PB untuk menyingkirkannya. Mereka khawatir sewaktu-waktu tawon di sana menyemat warga.

Secara umum, menurutnya tawon jarang menyerang manusia jika tak diganggu. Tapi, sudah kadung khawatir sehingga memilih melapor. Petugas Diskar PB pun berusaha melakukan penanganan agar warga menjadi tenang.

"Biasanya kita lakukan eksekusi malam hari. Karena kalau malam, tawon ini enggak bisa melihat," ucap Kurnia.

Ia sendiri mengaku tak tahu persis kenapa begitu banyak tawon yang membuat sarang di pemukiman warga, bukan di pohon. "Saya juga heran ini fenomena apa. Sebenarnya dari dulu juga ada fenomena ini, tapi enggak sebanyak seperti di 2019 kemarin," jelasnya.

Sementara dalam penanganan, Diskar PB menempatkan skala prioritas. Sarang tawon yang ukurannya besar dan dinilai lebih berbahaya bagi orang banyak akan diamankan lebih dulu. Sedangkan yang tingkat bahayanya lebih kecil berada di urutan berikutnya.

Petugas Pingsan Disengat
Petugas Diskar PB sendiri sebenarnya tak punya standar baku dalam penanganan tawon. Yang ada hanyalah hasil kreasi dan pembelajaran otodidak. Bahkan, pakaian saat mengeksekusi sarang tawon pun dimodifikasi sedemikian rupa agar aman bagi pemakainya.

Halaman:

Editor: Nita Hidayati

Tags

Terkini

X