• Kamis, 6 Oktober 2022

Cegah Korupsi Sejak Dini ala Sakola Rajat Iboe Inggit Garnasih

- Senin, 30 September 2019 | 16:00 WIB

Korupsi seolah jadi hal biasa yang didengar di Indonesia, benar enggak TemanBaik? Hampir setiap hari selalu ada pemberitaan tentang kasus korupsi yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN), pejabat, anggota dewan, kepala daerah, menteri, pengusaha, serta berbagai pihak lainnya.

Tapi, masih ada banyak pihak yang peduli terhadap Indonesia, khususnya agar korupsi tak lagi terjadi. Berbagai cara pun dilakukan agar korupsi bisa dicegah. Salah satu yang melakukan pencegahan itu adalah kelompok atau rumah belajar Sakola Rajat (SR) Iboe Inggit Garnasih yang digagas Gatot Gunawan.

SR sendiri hadir sejak Maret 2017 di kawasan Liogenteng, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. SR menggunakan aula RW 05 untuk dijadikan lokasi belajar. Apa yang diajarkan SR?

SR sendiri memiliki siswa yang mayoritas berasal dari kalangan menengah ke bawah. Mereka adalah warga sekitar. Yang diajarkan di sini berfokus pada pembentukan karakter. Mereka diajarkan sejarah, seni, budaya, hingga olahraga.

"Untuk sejarah misalnya kita mengajarkan ejaan lama dan bahasa Belanda dasar. Untuk seni kita belajar tarian tradisional, tapi yang ada hubungannya dengan sejarah," ujar Gatot kepada BeritaBaik.id.

Dasar dari semua pengajaran di SR adalah sejarah. Dari sana, pelajaran berkembang dan melebar ke mana-mana. Dari sejarah, pembelajaran berlanjut ke seni hingga olahraga. Dengan cara ini, para siswa diajak mengenal sejarah lebih dulu. Setelah itu, baru pelajaran lainnya diberikan secara bertahap.

Untuk olahraga misalnya, SR memiliki semacam klub sepakbola dengan nama Maulwi Saelan. Nama itu sengaja diambil karena Saelan adalah sosok penting dalam sejarah. Saelan adalah pesepakbola hebat zaman dulu sekaligus seorang tentara. Saelan juga sempat menjadi ajudan Presiden pertama Indonesia Soekarno.

"Ending-nya setelah kariernya selesai, Saelan ini fokus pada dunia pendidikan, dia buka Yayasan Al Azhar," jelas Gatot.

Dari nama Saelan saja siswa diajak untuk menyelami lebih dalam soal sejarah dan sosoknya. Bukan hanya sepak terjangnya dalam sepak bola, tapi siswa diajak menelusuri sisi lain kehidupan Saelan sebagai pejuang hingga fokus pada dunia pendidikan usai pensiun.

Halaman:

Editor: Nita Hidayati

Tags

Terkini

X