• Sabtu, 26 November 2022

Aksi 7 Jam, Wujud Cinta Seniman Bandung pada BJ Habibie

- Selasa, 17 September 2019 | 18:00 WIB

Beragam cara dilakukan orang untuk memperlihatkan kecintaan pada sosok Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie. Salah satunya dilakukan empat seniman Bandung yang menamakan diri Aliansi Seniman Rudet (Aset) Bandung. Mereka adalah Oos Koswara, Andy Waluya Wartja, Gatot Gunawan, dan Wanggi Hoed.

Keempat seniman ini menggelar aksi 'Street Performance 7 Hour Non-Stop' di trotoar Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung, Selasa (17/9/2019). Lokasinya tepat berada di dekat pintu gerbang Gedung Indonesia Menggugat (GIM). TemanBaik penasaran dengan aksi mereka?

Dalam aksinya, keempat seniman ini menampilkan seni berbeda. Oos dan Gatot menari, Andy membaca puisi, dan Wanggi berpantomim. Masing-masing penampilan mereka mengandung beragam makna, mulai dari semangat, kerja keras, cinta, dan beragam hal positif dari sosok Habibie.

Gatot misalnya, ia tampil dengan pakaian putih, lengkap dengan syal di leher. Topeng dengan dominasi warna putih pun terpasang di wajahnya. Wanggi yang berpantomim memakai batik dan peci motif batik, lengkap dengan riasan wajah khas seniman pantomim.

Oos tampil dengan pakaian hitam dan sarung. Ia memperlihatkan sejumlah gerakan tari. Sesekali, ia mengibaskan kain sarung yang dibawa di lengannya. Sedangkan Andy terus berhenti membaca puisi sambil sesekali berjalan, melakukan beberapa gerakan, dan menerbangkan pesawat kertas ke udara. Jumlah pesawat kertas sendiri berjumlah 83 sesuai dengan usia Habibie saat meninggal dunia.


Di trotoar juga disimpan tiga foto Habibie. Ada juga semacam sesaji, topi ciri khas Habibie, lilin yang menyala, hingga bendera pada sebuah tiang bambu. Aksi mereka menarik perhatian banyak pengguna kendaraan yang melintas di lokasi. Banyak yang memelankan laju kendaraan, bahkan berhenti, karena penasaran melihat penampilan unik keempat seniman.

Melalui aksinya, para seniman ini berharap publik bisa mengenang dan mengambil pelajaran dari sosok Habibie. Semangat hingga kecintaannya pada Indonesia patut dijadikan cerminan dan diteruskan oleh generasi muda. Usai Habibie tiada, semangatnya dalam membangun bangsa harus tetap lestari.

Lalu, di balik penampilan selama tujuh jam, ternyata ada makna tersendiri. Persiapan pun dilakukan secara matang kurang dari seminggu agar penampilan mereka bisa berjalan sempurna.

"Kita melakukan aksi ini dari pukul 13.00-19.00 WIB. Tujuh jam itu diambil dari tujuh hari wafatnya BJ Habibie. Melalui energi seni ini, kita berharap performance tujuh jam nonstop menjadi ruang bagi kita untuk memberikan semangat, menyebarkan kebaikan-kebaikan Habibie (agar ditiru masyarakat)," ujar Wanggi.

Sementara di akhir penampilannya nanti, para seniman ini akan menutupnya dengan doa bersama pada pukul 19.00 WIB. Mereka pun mengajak warga sekitar. Bahkan, TemanBaik yang kebetulan ada waktu pun bisa datang ke Gedung Indonesia Menggugat untuk mengikuti doa bersama.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Editor: Nita Hidayati

Tags

Terkini

X