• Sabtu, 26 November 2022

SI-ASIN, Inovasi Cerdas untuk Lawan COVID-19

- Rabu, 23 Juni 2021 | 08:00 WIB

Peperangan yang belum usai antara kita dan pandemi mendorong sejumlah pihak untuk membuat inovasi. Salah satunya Mahasiswa ITS yang belum lama ini meluncurkan aplikasi SI-ASIN. Seperti apa sih cara kerjanya?

Aplikasi yang digagas oleh Departemen Teknik Instrumentasi dan Departemen Teknik Fisika ITS ni bisa dijadikan penunjuk sebaran vaksin COVID-19. Seperti kita ketahui, vaksin adalah salah satu senjata untuk melawan si virus yang satu ini kan. Dengan hadirnya aplikasi SI-ASIN, rasanya, amunisi yang kita punya untuk perang jadi lebih maksimal lagi untuk dikerahkan.

Hansel Pinggala Maheswara selaku ketua tim penggagas SI-ASIN menjelaskan, ide perancangan aplikasi ini dalam esainya dilatarbelakangi oleh celah-celah permasalahan dalam penanganan virus korona di Indonesia. Menurutnya, penanganan tersebut merupakan masalah yang sedang dihadapi bersama dan penting untuk didukung dari segi teknologi demi memudahkan informasi dan persebaran data.

-

Baca Ini Juga Yuk: Begini Tips Transaksi Daring Aman Lewat M-Banking

Aplikasi ini ditujukan untuk menampung semua informasi terkait vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Secara rinci, Hansel memberi informasi data yang dimuat mencakup lokasi vaksinasi terdekat, pemilihan jadwal vaksin, data penyintas, dan diagnosa penyakit bawaan yang disistemkan dalam cakupan per daerah.

"Aplikasi SI-ASIN memadai dua user, yaitu pemerintah sebagai administrator dan masyarakat sebagai member," ujar mahasiswa yang kini duduk di semester 2 tersebut.

Jadi, secara pengaplikasian, bagi pemerintah, SI-ASIN akan menunjukkan data sebaran usia, riwayat vaksinasi, riwayat penyakit dan alergi, serta data masyarakat yang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien COVID-19. Sedangkan bagi masyarakat, selain memiliki akses untuk melihat jadwal dan lokasi vaksin, fasilitas yang akan didapatkan melalui SI-ASIN adalah transparansi data terkait jumlah penduduk yang sudah divaksin.

"Sehingga nantinya akan terbentuk kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus memudahkan penargetan vaksin melalui data yang terus bergerak," sambung Hansel.

-

Hebatnya lagi, gagasan inovatif yang dibidani  Hansel Pinggala Maheswara dan Shirly Maulidina ini telah berhasil menyabet juara I dalam National Essay Competition of Dies Natalis Jurusan Pendidikan Kimia, Universitas Mataram, akhir Mei lalu. Patut diapresiasi nih, TemanBaik!

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

Coba 5 Cara ini Agar Anak Tidak Kecanduan Gawai

Kamis, 10 November 2022 | 06:35 WIB

Hi-Pot, Solusi Bertani Canggih di Lahan yang Sempit

Minggu, 23 Oktober 2022 | 11:20 WIB
X