Cerita Pelatih Persib Robert Alberts yang Cinta Indonesia

TemanBaik, perkenalkan, namanya Robert Alberts. Sosok ini sudah tak asing bagi publik pencinta sepak bola Indonesia. Pria asal Belanda ini adalah pelatih kepala Persib Bandung.

Banyak hal menarik dari pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 14 November 1954 tersebut. Ia sangat mencintai Indonesia, pastinya dunia sepak bola.

Ia memulai kariernya di Indonesia dengan menukangi Arema Malang pada kompetisi musim 2009-2010. Saat itu, Arema berhasil dibawanya menjuarai kompetisi.

Musim 2010-2011, Robert menukangi PSM Makassar. Sempat berlabuh ke klub Malaysia, Sarawak FA, pada 2011-2015, pria yang mendekati usia 67 tahun itu kembali ke PSM Makassar. Ia jadi pelatih di sana dalam kurun 2016 hingga 2019.

Robert lalu mundur dari PSM karena alasan kesehatan pada 2019. Ia punya penyakit jantung yang mengharuskannya mundur dari dunia sepak bola. Setelah pulih, Persib Bandung melancarkan rayuan maut dan akhirnya Robert mau jadi pelatih Persib sejak 2019 sampai sekarang.

Di Indonesia, Robert termasuk pelatih yang disegani. Gelar juara yang diraih Arema jadi bukti kecerdasannya. PSM pun kerap dibawanya bercokol di papan atas klasemen kompetisi.

Teranyar, Persib dibawanya jadi runner up Piala Menpora 2021. Padahal, saat itu tim melakukan persiapan mendadak. Pemain pun terbilang seadanya. Meski tak juara, pencapaian ini dinilai jadi modal bagus untuk Persib di kompetisi Liga 1 2021-2022 yang baru bergulir.

Selain di Indonesia, Robert juga pernah berkiprah di berbagai negara. Namanya bahkan cukup harum di Asia. Ia pernah melatih klub sepak bola profesional di Singapura, Malaysia, hingga Timnas Korea Selatan U-19.

Baca Ini Juga Yuk: Melawan Jemawa ala Gelandang Persib Dedi Kusnandar

Kagumi Indonesia
Bagi Robert, Indonesia memiliki magnet tersendiri yang membuatnya betah. Sehingga, setelah berkiprah pertama kali di Indonesia pada 2009, hatinya selalu tertarik kembali ke Indonesia. Ketika ada kesempatan melatih di Indonesia, ia pun memprioritaskannya.

Ia memandang Indonesia memiliki begitu banyak keindahan dan keberagaman. Ini menambah daya tarik tersendiri baginya. Apalagi, Indonesia semakin berkembang dari waktu ke waktu.

"Jika Anda melihat, Indonesia memiliki keberagaman dan menurut saya negara ini juga berkembang di bawah kepemimpinan yang baik," kata Robert.

Saking cintanya dengan Indonesia, ia pun menikah dengan orang Indonesia, Kezia Maureen. Baru-baru ini, sang istri yang berasal dari Indonesia itu bahkan baru saja melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Asher Alexander Alberts.

Setelah punya istri dan anak di Indonesia, Robert semakin menambatkan hati dan kehidupannya di Indonesia. Ia bahkan sangat bangga menjadi bagian dari Indonesia.

"Saya bangga menjadi Indonesia, tinggal di sini, dan punya istri orang Indonesia. Ini berarti masa depan saya pun berada di Indonesia, saya mencintainya," tuturnya.

Ia pun berharap Indonesia menjadi negara yang nyaman untuk jadi tempat di masa tuanya. Kedamaian pun diharapkan selalu menaungi Indonesia.

"Melihat Indonesia berkembang, saya berharap negara ini terus berkembang dan semakin sejahtera, juga semakin harmonis," ucap Robert.

Ingin Bikin Ajax 'Cabang' Bandung
Sebagai pelatih berkualitas, nama Robert jelas sangat diperhitungkan. Tak hanya di Indonesia, tapi juga ingin dipakai klub lain di luar negeri. Sejak menukangi Persib, sejumlah tawaran menghampiri. Bahkan, ada tawaran dari klub asal Australia.

Namun, ia tak bergeming. Ia menolak tawaran itu dan memilih melanjutkan kariernya bersama Persib. Ia beralasan ingin memajukan sepak bola nasional melalui Persib.

Bersama klub berjuluk 'Maung Bandung', Robert punya misi besar. Ia tak hanya ingin menjadikan Persib sebagai klub tangguh. Di saat bersamaan, ia ingin melakukan pembinaan bagi para pemain muda Indonesia, khususnya Jawa Barat, dan mengorbitkannya.

"Ini bukan hanya membangun kesuksesan untuk tim utama, tapi kami juga mulai memperlihatkan akademi, mulai membangun fasilitas juga," jelasnya.

Bersama Persib, diakuinya memang ada target tinggi menjuarai kompetisi. Namun, di sisi lain ada tantangan untuk mengasah bakat-bakat muda di akademi klub. Ini jadi tantangan tersendiri baginya sebagai juru taktik.

Bahkan, secara bertahap, ia ingin menjadikan Persib sebagai klub yang sukses dari sisi prestasi maupun pembinaan akademi. Ajax Amsterdam, klub asal Belanda, jadi klub acuan yang ingin ditirunya.

Baca Ini Juga Yuk: Sepak Bola Tangan ala Teman Daksa yang Makin Bergeliat

Ajax sendiri merupakan klub tempat Robert menimba ilmu sepak bola. Ia bahkan pernah jadi pemain di sana. Selepas dari Ajax, ia melanglangbuana ke beberapa klub di berbagai negara.

Robert punya misi ingin menjadikan Persib sebagai 'pabrik' pemain. Ia ingin Persib bisa melahirkan pesepakbola hebat untuk menopang perjalanan Persib di kompetisi. Di sisi lain, para pemain ini juga nantinya bisa jadi 'aset' Persib untuk dikirim ke tim lain.

Ujung-ujungnya, para pemain binaan Persib ini nantinya diharapkan akan jadi pilar Timnas Indonesia. Mereka diharapkan membawa kejayaan di kancah sepak bola internasional.

Ini akan jadi bentuk cintanya pada Indonesia dan sepak bolanya. Sehingga, kelak ia bisa tersenyum manis melihat prestasi sepak bola dan pemain Indonesia di mata dunia.

"Kami (Persib) tentunya tim yang memasang target juara. Tapi, di waktu yang sama, kami harus membangun pondasi klub supaya di masa yang akan datang kami bisa menjadi klub profesional," tuturnya.

"Misalnya di Belanda, kami bisa menjadi seperti Ajax yang terkenal dengan akademi dan talenta yang mereka produksi hingga tersebar membela klub-klub liga top Eropa," papar Robert.

Ia yakin Persib juga bisa menjelma jadi klub seperti Ajax yang terkenal bukan hanya prestasinya, tapi juga pemain didikan akademinya. Namun, untuk mencapai itu perlu dilakukan bertahap.

"Sama halnya dengan Persib, kami melihat masa depan, bahwa bukan hanya menjadi juara, tapi pada akhirnya menjadi model klub profesional (seperti Ajax)," ujar Robert.


Foto: Istimewa/Official Persib


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler