#BelakangDapur: Icip-icip Pisang Goreng Nikmat ala Dapur Desy

Bandung - TemanBaik, enggak bakal ada habisnya deh kalau kita ngobrol seputar kuliner Indonesia. Nah, kali ini Beritabaik.id main ke #BelakangDapur-nya di Dapur Desy, sebuah kedai makanan nusantara milik Desy Natalin Banurea.

Saat berkunjung dan ngobrol banyak hal seputar kuliner Indonesia, kami diberi kesempatan mencicipi Pisang Goreng Krauk, menu khas ala Dapur Desy. Walaupun sebenarnya pisang goreng relatif mudah ditemui di mana-mana, tetapi ramuan khas dari Pisang Goreng Krauk ini sayang banget kalau sampai dilewatkan. Bahkan, Desy enggak segan-segan membocorkan rahasia di balik kenikmatan pisang goreng yang dibuat oleh kedainya ini loh!

Sambil memasak di dapur, kami ngobrol banyak hal tentang rahasia kenikmatan Pisang Goreng Krauk ini. Simak obrolan kami yuk!

Mbak Desy, apa sih bedanya pisang goreng di Dapur Desy? Kan, pisang goreng itu banyak ditemui di mana-mana?

“Sebetulnya, pisang goreng mah gampang ditemui di mana-mana. Di pinggir jalan juga banyak, kan? Saya enggak bilang kalau Pisang Goreng Krauk buatan kita ini paling sehat, ya. Hanya saja dari beberapa rekomendasi bacaan yang saya tau nih, ada banyak banget info penting biar pisang goreng buatan kita di rumah jadi enak banget. Tentu, hal itu berkaitan dengan komposisi dong. Nah, saya mau ceritain nih ke temen-temen Beritabaik.id.”

Terus gimana, dong cara bikin pisang goreng yang enak?

“Enak atau enggak enak mah relatif. Hanya, kebetulan kita memang punya signature tersendiri lah kalau mau bikin pisang goreng tuh. Komposisinya juga beda. Enggak hanya pisang dan tepung terigu terus digoreng. Nih aku coba jelasin, ya. Pertama itu di pisangnya. Banyak banget orang yang bikin pisang goreng tapi enggak ngulik sampai ke jenis-jenis pisang. Nah, biasanya pisang yang dijual di pasaran itu banyakannya pisang tanduk. Padahal, ada pisang yang lebih enak kalau buat jadi bahan pisang goreng, yaitu pisang kompan. Nah, yang seperti begini nih..”

Sembari menunjukkan pisang kompan yang dimaksud, Desy kemudian menceritakan asal mula ‘penemuan’ pisang kompan tersebut. Ia mulai menggunakan pisang kompan sebagai bahan baku pisang setelah beberapa temannya menyebut kalau bahan makanan pisang yang pernah dibuatnya seperti kolak pisang, misalnya, sangat enak.

Kok bisa menyimpulkan pisang kompan itu enak sih, Mbak?

“Jadi, aku nemu pisang kompan itu enggak sengaja. Dulu pas lagi kuliah di Yogyakarta nih, temenku tuh minta dibikinin pisang goreng kan awalnya. Tapi, waktu itu karena beberapa hal yang aku lupa detailnya, aku enggak sempet bikinin temen-temenku pisang goreng. Lalu sebagai gantinya, ya udah deh aku bikinin mereka kolak pisang. Nah waktu itu aku belanja ke pasar beli pisangnya. Dan aku taunya saat itu kan pisang ya pisang biasa aja, yang belakangan aku tahu itu pisang tanduk. Eh ternyata pas sampai pasar, aku dapat si pisang kompan ini. Aku bikinlah itu kolak pisang. Dan setelah disajikan begitu, temen-temen tuh pada bilang, ‘Wah, Des, ini pisangnya pake apa? Kok enak ya?’ begitu. Di situ aku mikir, wah kayaknya ini bisa nih jadi bahan baku pisang goreng.”

Sebetulnya proses memasak pisang goreng sih, TemanBaik pasti tahu, ya. Pertama-tama, kita perlu memanaskan minyak gorengnya terlebih dahulu. Oh ya, Desy menggunakan minyak kelapa sebagai medium goreng untuk Pisang Goreng Krauk ini. Selanjutnya, ia membahas hal lain yang juga penting buat diketahui TemanBaik. Ya, tepungnya.  Jadi, Pisang Goreng Krauk ala Dapur Desy ini enggak menggunakan tepung terigu, melainkan perpaduan antara tepung mocaf dan tepung beras. Wah, menarik nih!

Tepung mocaf itu apa, Mbak? Dan apa bedanya sama tepung terigu?

“Enggak banyak orang tahu nih, kalau Indonesia tuh punya sumber pangan lokal yang lebih enak dari terigu. Nah! Ini dia namanya tepung mocaf. Buat sebagian orang mungkin udah pernah denger nih, tapi dia enggak tahu penggunaanya buat apa. Tepung mocaf ujung-ujungnya malah dikira kayak tepung aci. Padahal, tepung mocaf ini lebih enak buat jadi campuran tepung buat beberapa masakan yang menggunakan tepung kayak pisang goreng. Nah, tapi kekurangannya adalah tepung mocaf ini enggak bisa berdiri sendiri. Dia perlu dicampur dengan tepung lainnya juga, dan di sini aku pakai tepung beras yang aku bikin sendiri.”

Kita bisa dapetin di mana tuh tepung mocafnya? Terus dicampur bagaimana tuh antara tepung mocaf dan tepung terigu?

“Di supermarket ada kok. Nah, kalau proses pembuatan tepung beras ini, ya aku bikin sendiri. Gampang banget, biasanya kita rendam beras putih 3-5 jam, kita tiriskan, terus kita giling deh. Nah, kalau mau gampang, kita bisa giling si beras itu ke tukang giling kelapa, beras, dan, ya pokoknya dia memang tukang giling begitu di pasar tradisional. Nah, setelah digiling tuh kan masih agak basah ya si berasnya, tinggal kita jemur seharian kalau cuacanya panas sih. Setelah itu, baru deh dicampurkan. Ya, tinggal dicampur aja sih. Kalau aku biasanya pakai adonan itu dua banding satu, jadi dua tepung mocaf, satu tepung beras. Nanti kita cobain hasilnya, ya.”

Jangan sampai lupa ya, TemanBaik! Formula tepungnya adalah 2:1, dua untuk tepung mocaf, dan satu tepung beras. Oh ya, pisang yang digorengnya pun pisang kompan, dan minyak gorengnya pakai minyak kelapa. Nah, dicatat ya, TemanBaik. Selanjutnya, proses membuat adonan Pisang Goreng Krauk enggak ada bedanya dengan membuat pisang goreng biasa. Hanya beberapa komposisinya saja yang menggunakan bahan pangan asli Indonesia. Dan setelah selesai memasak pisang goreng, kemudian kami diberi kesempatan mencicipinya juga.

Saat menjajal Pisang Goreng Krauk ala Dapur Desy, fokus kami langsung tertuju sama rasa pisangnya. Biasanya nih, kalau kita makan pisang goreng itu, pisang yang jadi komposisinya itu relatif keras dan potongannya besar-besar, bukan ya? Nah, perbedaan pisang kompan yang tadi disebut Desy sebagai rekomendasi jenis pisang untuk kuliner seperti pisang goreng ini baru terasa saat kita mencicipinya. Jadi, pisang goreng yang dibuat dari pisang kompan itu terasa lebih manis, seperti ada kandungan karamel, lembut, dan nikmat begitu.

Hanya saja, untuk kamu yang enggak suka makanan yang terlalu manis, pisang jenis ini bisa jadi kekurangan bagimu. Ya, menurut penilaian kami sih, pisang kompan punya rasa manis yang agak berlebih apabila masuk ke lidahmu yang kebetulan kurang cocok dengan makanan dengan rasa yang terlalu manis.

Oh ya, tekstur tepungnya juga enggak se-tebal kalau kita membuat pisang goreng dengan terigu. Rasa perpaduan tepung mocaf dan tepung beras juga menghasilkan tekstur tepung yang menggelembung. Istilahnya sih ada banyak ‘krauk’-nya. Oleh karena itu pula, menu pisang goreng ini diberi nama Pisang Goreng Krauk. Kalau pisang gorengnya disajikan dalam jumlah yang agak banyak, maka tepung ini seolah jadi komposisi yang bisa dinikmati secara terpisah. Rasanya juga enak, mirip keripik yang terbuat secara enggak sengaja, namun teksturnya lebih lembut.

Di Dapur Desy, harga satu porsi Pisang Goreng Krauk dibanderol Rp17 ribu. Harga yang bersahabat untuk menu yang selain mengenyangkan, nikmat, juga punya kandungan nilai gizi yang baik. Kendati begitu, sebagai peracik makanan, Desy enggak mau berkomentar terlalu jauh mengenai kandungan nilai gizi. Dia hanya fokus membuat makanan nusantara dengan bumbu atau komposisi dari bahan baku nusantara pula.

“Kalau masalah gizi mah, kayaknya itu bukan wilayah saya. Saya bukan ahli kesehatan soalnya,” ujar Desy sembari tertawa.

Ia mengaku enggak keberatan kalau menu buatannya ini ditiru oleh TemanBaik di rumah. Menurutnya, untuk bisa merasakan Pisang Goreng Krauk Dapur Desy versi diri kamu, kamu hanya perlu menyiapkan pisang kompan, dan mulai mengenal perpaduan tepung mocaf dan tepung beras, serta menggunakan minyak kelapa. Nah, selebihnya, kamu tinggal bereksplorasi deh di dapur.

Menyenangkan bukan, TemanBaik? Bagaimana? Sudah siap berkreasi di dapur? Selalu ceria di manapun kamu berada, ya!


Foto: Ridzky Rangga Pradana

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler