Kisah Mang Koko, Gratiskan Kemampuannya untuk Anak-anak

Bandung - Koko Komarudin atau yang akrab disapa Mang Koko (57) jadi salah seorang tokoh penting di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Ia adalah seniman yang sangat konsen terhadap dunia kesenian. Salah satu bidang yang digelutinya adalah angklung. Ia bahkan mendirikan Saung Angklung Mang Koko sejak 2008.

Lokasi Saung Angklung Mang Koko ini terletak di Dusun Margaluyu, Desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran. Di sini, ia bukan hanya membuat angklung, tapi juga mengajarkan anak-anak untuk bermain angklung.

Hampir setiap hari tempatnya selalu jadi lokasi belajar anak-anak dari berbagai sekolah. Selain angklung, kesenian lain juga diajarkan, mulai dari kecapi suling, benjang batok, hingga ronggeng gunung.

Selain itu, ia juga mengajarkan anak-anak membuat barang kerajinan, mulai dari gantungan kunci, miniatur alat kesenian, hingga tas. Semua karya yang dibuat tentu sangat unik dan aura tradisionalnya sangat kental.

Yang istimewa, ada beberapa kerajinan yang justru bahannya berasal dari limbah bambu. Benda yang dianggap tak berguna itu pun disulap jadi kerajinan yang bisa dijual, misalnya gantungan kunci.

Ia berharap kemampuannya memberi manfaat bagi orang lain. Apa yang diajarkan pun kelak diharapkan akan bermanfaat positif, baik untuk pelestarian budaya hingga bekal keterampilan untuk masa depan.


"Kebanggaan buat saya kalau bisa ajarkan sesuatu yang bermanfaat untuk anak-anak dan mereka bisa. Itu lebih berharga buat saya dari pada uang berapa juta pun," ujar Mang Koko.

Mang Koko sendiri memiliki darah seni dari orangtuanya. Kebetulan, ia juga sangat mencintai hal-hal yang berbau kesenian. Sehingga, karena kepeduliannya, ia berusaha menyebarkan kemampuan berkesenian yang dimilikinya pada orang lain.

Angklung misalnya, ia mengenal alat musik itu sejak kelas 3 SD. Tapi, kecintaannya yang sangat besar akhirnya mampu membuat Koko mendirikan sanggar. Ia pun tanpa pamrih mendirikan sanggar. Justru, ia menjadikan sanggar sebagai sarana untuk melakukan kebaikan.

"Ini memang namanya Saung Angklung Mang Koko, tapi ini (harapannya bermanfaat) untuk semua orang," ungkapnya.

Mang Koko sendiri mengaku hanya tamatan SD. Tapi, ketekunan yang dilakukannya dalam dunia kesenian membuatnya kini cukup dihormati di daerah asalnya. Ia pun sering mengunjungi berbagai daerah di luar Pangandaran untuk tampil bersama anak-anak binaannya.
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler