AFJ Galang Dana untuk Hewan Telantar Lewat Konser Daring

Yogyakarta - AksiBaik dan kepedulian terhadap satwa jalanan terdampak pandemi korona datang dari kolektif Animal Friends Jogja (AFJ). Mereka membuat acara pertunjukan musik daring bertajuk ‘Dari Kawan untuk Kewan #2’ pada Sabtu (13/6/2020) malam.

‘Dari Kawan Untuk Kewan #2’ itu sendiri merupakan sebuah acara siaran langsung yang menyuguhkan pertunjukan musik akustik dan diskusi ​seputar​ k​esehatan hewan. Sesi pertunjukan musik pada acara ini dimeriahkan oleh Melanie Soebono, Oppie Andaresta, dan Sisir Tanah. Sementara diskusi kesehatan hewan dilakukan bersama Drh. Merry Ferdinandez dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN). Sebelumnya, gelaran ‘Dari Kawan Untuk Kewan’ edisi perdana dilaksanakan pada tahun 2018 silam untuk menggalang dana untuk satwa terdampak bencana gempa di Lombok.

Melalui keterangan resmi yang diterima Beritabaik.id, Manajer Komunikasi Animal Friends Jogja, Anggodaka menyebut acara konser amal ‘Dari Kawan Untuk Kewan #2’ ini diharapkan dapat menggalang dukungan untuk membantu satwa yang membutuhkan di situasi yang tidak menentu ini dan mengingatkan kembali kepada masyarakat agar tidak melupakan para hewan tidak beruntung yang juga terdampak pandemi.

Sebagai bentuk dukungan, hasil penjualan tiket untuk konser daring yang bernilai Rp10.000 tersebut akan didonasikan untuk kegiatan sterilisasi dan perawatan satwa telantar di rumah singgah Animal Friends Jogja dan Street Feeding oleh komunitas Peduli Kucing Pasar.

“Pandemi COVID-19, mempengaruhi hampir semua lini masyarakat. Namun di balik situasi krisis ini ada kelompok yang terabaikan dari perhatian masyarakat; para hewan yang dibuang dan telantar di pasar tradisional, di jalan dan bahkan di depan gerbang rumah singgah kami,” ujar Anggodaka.

Menurut data yang sudah dihimpun oleh tim Animal Friends Jogja, terdapat peningkatan jumlah kasus penelantaran satwa yang sudah mereka tangani ​dalam kurun 3 bulan pemberlakuan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Angka peningkatan yang dimaksud mencapai 66.67 persen​. Kondisi ini diperparah dengan banyaknya satwa berkebutuhan khusus di rumah singgah AFJ yang memerlukan suplai menerus dan perawatan medis yang intensif, keamanan mereka pasti akan terdampak besar di situasi pandemi ini.

Sebagai pengisi acara, Melanie Subono menyebutkan bahwa manusia adalah makhluk paling lemah tanpa adanya komponen lain dalam kehidupan seperti bumi dan satwa. Berkaca pada hal tersebut, maka kita sebagai manusia harus menghormati pada kehidupan lain.

“Sekarang pandemi semua orang terkena, bukan cuma di alam, bukan cuma orang Indonesia, bukan cuma orang di posisi tertentu. Jadi, berbagilah saat kita masih bisa berbagi. Pada saat nanti ini semua selesai, kita lagi yang akan membutuhkan satwa, kita lagi yang akan hidup dengan satwa, kita juga akan yang akan menyayangi satwa. Dan mereka sekarang sedang mengalami apa akibat perbuatan manusia yang tidak bertanggung jawab,” tegas Melanie.

Senada dengan Melanie, Sisir Tanah melalui keterangan resminya menulis bahwa kepedulian pada satwa yang telantar menjadi semakin penting. Di sisi lain, Oppie Andaresta menyebutkan bahwa dirinya sangat senang dapat berbagi dalam situasi seperti sekarang. Menurutnya, tak semua orang bisa mendapat kenyamanan dan tetap stabil saat diguncang keadaan pandemi seperti ini.

“Ini seperti rejeki buat saya. Rejeki untuk bersedekah beramal, melakukan sesuatu yang baik, yang mudah-mudah bisa bermanfaat, bisa berguna buat orang lain, buat mahluk-mahluk hidup lain, terutama hewan peliharaan,” ujar Oppie.

Diskusi Tips Pemeliharaan Hewan

Tak hanya sesi penampilan akustik, acara ini juga menghadirkan drh. Merry Ferdinandez dalam sesi diskusi pemeliharaan hewan selama masa pandemi. Merry menyebutkan, kesejahteraan hewan merupakan prinsip yang wajib dilakukan oleh pemilik hewan sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen terhadap hewan peliharaanya.

Lebih lanjut lagi, ia menyebut bahwa seluruh prinsip kesejahteraan hewan wajib dipenuhi tanpa pengecualian, agar kita bisa memastikan kesejahteraan dan kebahagian hewan peliharaan kita. Hewan peliharaan wajib dan berhak mendapatkan perhatian yang sama seperti anggota keluarga lain. Perencanaan akan masa depan hewan tersebut, termasuk perencanaan darurat terkait wabah, sakit dan lainnya harus direncanakan, karena mereka juga merupakan anggota keluarga.

“Hewan telantar dan hewan jalanan merupakan hewan yang paling terdampak dalam pandemi ini, karena mereka kehilangan sumber pakan mereka yang umumnya berasal dari warung makan, ataupun orang-orang yang berempati. Hal ini sehingga perlu menjadi perhatian dan juga prioritas untuk memastikan mereka mendapat makanan yang cukup,” ujar Merry.

Selain itu, Merry menyebutkan sterilisasi dan vaksinasi untuk hewan peliharaan sangat penting dilakukan. Hal tersebut penting dilakukan guna terpenuhinya aspek kesehatan untuk kelompok hewan tersebut.

TemanBaik, masa pandemi bisa kita jadikan momentum untuk berbuat baik dan saling menjaga antar sesama makhluk hidup, termasuk hewan. Yuk, kita saling menjaga satu sama lain!


Foto: ilustrasi/unsplash/United Nations Covid-19 Respone


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler