Geliat Semangat Bisnis Tunanetra di Komunitas EDN

Bagi sebagian orang, tunanetra sering diidentikkan dengan profesi tukang pijat. Betul enggak TemanBaik? Itu karena selama ini publik tidak banyak yang tahu kiprah para tunanetra.

Di Bandung contohnya, ternyata ada komunitas tunanetra yang punya semangat tinggi berbisnis. Mereka tergabung di Enterpreneur Disabilitas Netra (EDN). Komunitas ini resmi dibentuk pada 18 Maret 2019 lalu.

Komunitas ini fokus berbisnis menjual pakaian, aksesori, serta berbagai barang lainnya. Sarana jualan mereka lebih banyak mengandalkan grup di aplikasi Whatsapp.

"Komunitas kita ini memang memfasilitasi teman-teman tunanetra untuk berbisnis," kata Ketua EDN Hadi Hidayat.

Melalui EDN, ia dan teman-teman sesama tunanetra ingin mematahkan tradisi sebagai pemijat. Sebab, tunanetra punya berbagai kemampuan lain, termasuk berbisnis.

"Makanya kami bikin EDN, kami ingin membuktikan kepada masyarakat umum bahwa tunanetra juga bisa bekerja," tutur Hadi.

Baca Ini Juga Yuk: Belajar dari Rizky Harta, Tunanetra Peraih Gelar Doktor di Unpad

Saat ini, EDN dijalankan oleh lima orang pengurus. Tapi, EDN sudah cukup berkembang dan memiliki anggota lebih dari 100 orang di berbagai daerah di Indonesia yang merupakan tunanetra. Mereka disatukan oleh satu semangat besar yang sama.

Melalui grup Whatsapp yang dijalankan, bisnis beragam produk sudah mulai berjalan sejak 20 Maret. Dalam sehari, minimal dua hingga tiga pembeli selalu ada. Barang yang dijual sejauh ini belum produk sendiri alias produk orang lain. Tapi, ke depan diharapkan komunitas ini bisa menjual produk buatannya sendiri.

Para pengurus pun harus pintar-pintar membagi tugas agar orderan dari member bisa terlayani. Ada bagian penerima orderan, pengemasan, hingga pengiriman. Semuanya dijalani dengan kompak loh.

Untuk mengembangkan bisnisnya, EDN berharap bisa memiliki aplikasi khusus untuk mendukung bisnis mereka. Pertemuan pun dilakukan dengan Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Bali Kota Bandung, Senin (6/5/2019).

Yana mengaku sangat mendukung keinginan EDN untuk berkembang, termasuk memiliki aplikasi. Selain dukungan untuk aplikasi, pihaknya juga akan membantu legalitas hingga pelatihan bisnis.

"Mudah-mudahan semangat mereka ini bisa mendorong teman-teman disabilitas lain untuk mengembangkan potensi mereka," tutur Yana.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler