Optimisme dan Mimpi Besar Bangkitkan Ekonomi di Jabar

Bandung - Pandemi COVID-19 berdampak luar biasa, salah satunya pada perekonomian. Jawa Barat juga mengalaminya. Namun, langkah jitu dan asa baru kini tengah dirancang.

Hal ini terungkap dalam Webinar KPED 'Peran Strategis Jawa Barat dalam Pemulihan Ekonomi Nasional'. Mau tahu strategi pemulihan ekonomi di Jawa Barat? Simak ulasannya, yuk!

"Jika (kasus) COVID-19 surut, vaksin sudah memadai, top of mind saya nomor satu, ekonomi, me-recover ekonomi yang hilang, menormalkan dan melakukan lompatan," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Salah satu yang bakal dikembangkan adalah kawasan segitiga Rebana yang meliputi kawasan Subang, Indramayu, Majalengka, Cirebon, dan Sumedang. Penggarapan Rebana sebagai kawasan ekonomi baru di Jawa Barat sudah mendapat angin segar karena pemerintah pusat sudah mengeluarkan nomenklaturnya. Nilai investasi pun dibuka mencapai hampir Rp400 triliun untuk tiga tahun ke depan.

Selain itu, kawasan Jawa Barat bagian selatan juga akan turut dikembangkan. Sehingga, diharapkan tak ada lagi ketimpangan pembangunan dan perekonomian antara bagian selatan dengan wilayah lain di Jawa Barat.

"Tema Rebana itu lompatan, karena akan adir 13 kota baru berbasis industri, kalau tema Jabar selatan adalah kesetaraan, nilainya (investasi) Rp400 triliun," jelas Emil, sapaan akrabnya.

Baca Ini Juga Yuk: Bincang Seru Pariwisata dan Ekraf Lewat Smiling West Java

Mantan Wali Kota Bandung itu pun berharap proyek Rebana dikawal berbagai pihak. Sebab, ada nilai investasi yang tinggi untuk menjadikan kawasan itu melesat. Dia sendiri akan gencar mencari investor. Bahkan, dalam waktu dekat, Emil bakal berburu investor hingga ke Abu Dhabi dan Jepang.

Harapan besarnya, Jawa Barat menjadi juara investasi. Tak hanya di Indonesia, ia berharap investasi Jawa Barat menjadi yang terbesar di ASEAN alias Asia Tenggara. "Kita ingin jadi nomor satu, kami nomor satu juara ASEAN. Kalau juara Indonesia sudah tiap tahun. Saya ingin belajar untuk jadi champion di Asia bagaimana. Ini tolong dibantu (berbagai pihak)," tuturnya.

Selain Rebana dan Jawa Barat selatan, Emil dan jajarannya juga fokus pada berbagai hal. Dia akan mengupayakan memenuhi kebutuhan tambahan 25 rumah sakit skala besar dan 5.000 klinik atau puskesmas.

Kedaulatan pangan juga jadi sorotan. Sebab, sejauh ini Jawa Barat bisa menghadirkan kedaulatan pangan dalam urusan padi, tapi beberapa hal lain belum terwujud. "Kalau untuk padi kita sudah swasembada. Tapi urusan telur, ayam, daging sapi, bawang, kita belum dimaksimalkan untuk memenuhi ketahanan pangan," paparnya.

Revolusi digital di era industri 4.0 juga sedang digenjot dan terus berproses. Ekonomo berkelanjutan pun jadi salah satu fokus yang sedang diupayakan. Bahkan, Jawa Barat menjadi satu-satunya provinsi yang berhasil 'memaksa' kontraktor minyak menyumbang partisipatif interest (PI) sebesar 10 pesen.

Emil juga menyebut regional tourism sebagai sebagai bagian yang mendapat perhatian khusus. Sebab, Jawa Barat punya kawasan ekonomi khusus (KEK) yang jatuh di sektor pariwisata, yakni di kawasan Lido, Sukabumi.

"Itulah optimisme saya 70 persen, 30 persennya tantangan, termasuk UMKM sektor riil yang saya akan jadikan prioritas nomor satu karena sektor besar (industri) sudah bergerak lebih cepat," ujarnya.

Baca Ini Juga Yuk: Memupuk Semangat Kebangkitan Ekonomi Kreatif di Jabar

Untuk mewujudkan berbagai hal itu, butuh kerja keras dari berbagai pihak. Si satu sisi, pemerintah Jawa Barat akan bekerja keras. Akan tetapi, di saat yang sama, semua pihak perlu bahu-membahu mewujudkannya. Sebab, pemerintah tak bisa sendirian melaksanakannya.

Emil bahkan mengibaratkan langkah memajukan ekonomi Jawa Barat seperti perjuangan di Pekan Olahraga NasionL (PON) XX/2021 Papua dimana Jawa barat menjadi juara. "Kuncinya sama kayak PON, kalau kompak, Jabar mah enggak bisa dikalahkan," ucapnya.

Hadirkan WIJS
Sementara itu, sebagai salah satu cara menggeliatkan investasi di Jawa Barat, dalam waktu dekat bakal digelar West Java Investment Summit (WIJS) 2021. Ajang ini jadi salah satu tempat berburu investor.

Berbagai proyek akan ditawarkan untuk membuat para investor tertarik. Harapan besarnya, pembangunan akan berjalan cepat dan berbagai kemajuan akan lahir di Jawa Barat.

WIJS Chairwoman Noneng Komara mengatakan WIJS 2021 bakal digelar di Asia Afrika Ballroom Hotel Savoy Homann, Kota Bandung, pada 21-22 Oktober. Semua gelaran dilaksanakan daring dan bakal menghadirkan berbagai partisipan, termasuk investor dalam dan luar negeri.

"Yang diharapkan setelah pandemi COVID-19 ini investasi jadi navigasinya, kemudian ada loncatan pembangunan di Rebana dan kesetaraan di Jabar selatan," ujar Noneng.


Foto: Dokumentasi Humas Jawa Barat


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler