Memantik Kecintaan pada Bangsa Lewat Literasi dan Karya

Bandung - TemanBaik, ada banyak cara menumbuhkan kecintaan terhadap bangsa. Salah satunya ditumbuhkan Everidea Education lewat kegiatan 'EverTalks #9'.

Digelar belum lama ini, kegiatan tersebut mengangkat tema 'Menumbuhkan Cinta Terhadap Bangsa Melalui Literasi dan Karya. Webinar ini diikuti 429 partisipan dari berbagai daerah di Indonesia.

Narasumber keren dan kompeten pun dihadirkan. Ada Budi Setiawan Garda Pandawa atau lebih dikenal dengan Budi Dalton. Ia adalah aktor, budayawan Sunda, juga musisi.

Berikutnya adalah musisi Manshur Angklung. Ia tergabung dalam Indomusikgram sebagai kurator musik etnik dan mendirikan wadah yang bergerak di bidang angklung, yaitu Indo Angklung Gram. Terakhir adalah Nur Anugerah, psikolog penggagas Sedekah Buku Indonesia dan Generasi Cakap.

Ada banyak hal menarik dibahas dalam kegiatan ini. Simak ringkasan dan petik maknanya, yuk!

Baca Ini Juga Yuk: Rasa Cinta Mitra Sunda dari Barat Australia untuk Indonesia


Foto: Dokumentasi Evertalks #9

Dalam 'EverTalks #9' ini, para narasumber membagi pandangan masing-masing tentang cara menumbuhkan cinta pada Indonesia melalui berbagai literatur dan karya. Mereka juga memaparkan dampak globalisasi terhadap literatur dan karya yang berkembang di Indonesia saat ini.

Tak hanya satu arah, diskusi santai tapi berbobot dihadirkan. Selain narasumber yang memaparkan pandangan, partisipan juga bertanya dan bisa merespon selama diskusi berlangsung.

Mansur Angklung misalnya, menjelaskan filosofi dari angklung. Ia mengatakan angklung tidak bisa berdiri sendiri, serta memiliki dua tabung di sisi kiri dan kanan berukuran besar dan kecil.

Ini menyimbolkan anak dan ibu. Saat angklung digoyangkan, bakal menghasilkan suara atau harmoni yang indah. Ini merepresentasikan manusia agar hidsup bergotong royong, displin, dan saling menghargai.

Selanjutnya, Nur Anugerah atau akrab disapa Kak Uga, menjelaskan perbedaan belajar dan edukasi. Belajar cenderung tumbuh dari keinginan pribadi seseorwnh. Sehingga, segala sesuatu yang niatnya datang dari dalam diri sendiri akan menghasilkan karya atau output yang bertahan lama.

Sedangkan edukasi biasanya dibuat terstruktur dimana segala sesuatunya sudah ada capaian pembelajaran. Sehingga, seseorang hanya belajar dalam satu momen tertentu dan dalam berkarya pun cenderung akan bertahan sebentar.

Sebelum diskusi ditutup, Budi Dalton yang bertindak sebagai moderator menyampaikan kesimpulan penting. Menurutnya, siapa yang mengenal diri akan mengenal Tuhannya.

"Kalau kita sudah mengenal Tuhan, artinya kita akan percaya diri. Kalau kita sudah percaya diri, maka kita akan tahu tentang jati diri. Kalau kita sudah tahu jati diri, maka kita akan punya harga diri. Sehingga, kalau kita sudah punya harga diri, maka kita tidak akan menjual diri," jelasnya.

Baca Ini Juga Yuk: Menjaga Kesadaran Diri dengan Seni & Sadar Napas

Kak Uga lalu menegaskan cinta seseorang pada Tanah Air sbisa beragam. Setiap orang bisa mewujudkan cinta dengan cara masing-masing.

"Ekspresi kecintaan terhadap Tanah Air tentu tidak harus sama. Karya dan literatur adalah satu dari jutaan cara untuk mencintai bangsa, termasuk ketika cinta itu diwujudkan dalam bentuk kritik dan pendewasaan tanpa memanjakan," ucapnya.

Dia pun menekankan pentingnya cinta itu sendiri. Cinta pada bangsa harus dipandang sebagai sebuah keindahan. Cinta baru bahkan harus dibuat.

"Jika cinta bisa dilihat sebagai sebuah keindahan, maka Tanah Air juga harus menampakkan keindahan itu sendiei agar muncul rasa cinta yang sesungguhnya," tuturnya.

"Begitupun kita, generasi muda, semoga bisa melanjutkan cinta para leluhur, tapi juga tidak lupa membuat cinta baru ini terhadap bangsa kita," ungkap Kak Uga.

Sementara itu, 'EverTalks #9' sendiri bisa digelar berkat dukungan berbagai pihak, di antaranya PT. Paragon dan Pemimpin.id. Berbagai pihak lain juga turut terlibatn, mulai dari Humas Jabar, KM Jurnalistik Unisba, sejumlah media massa, Pondok Inspirasi Foundation, Rumah Amal Salman, dan lain-lain. 


Foto: Ilustrasi Unsplash/Hannah Busing


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler