Vaksinasi Unik di Saung Angklung Udjo

Bandung - Ada banyak cara yang dilakukan untuk menggencarkan vaksinasi COVID-19. Salah satunya melalui konsep 'JALANIN' yang digelar Saung Angklung Udjo (SAU).

JALANIN adalah singkatan dari Jalan-jalan Sambil Divaksin. Kegiatan di sanggar SAU, Jalan Padasuka, Kota Bandung ini menghadirkan vaksinasi massal berbalut wisata seru.

Digelar dua hari, 7-8 September 2021, ‘JALANIN’ berjalan berkat kolaborasi tiga organisasi yang fokus di bidang pariwisata. Ketiganya adalah Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI), PHRI-AKAR Jawa Barat, dan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Barat.

Vaksinasi massal ini juga menggandeng otoritas setempat, yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.

Vaksinasi massal ditujukan bagi anggota asosiasi dan warga di sekitar Padasuka, lokasi Saung Angklung Udjo berada. Harapannya, 100 persen anggota asosiasi yang jadi kolaborator acara dan warga sekitar dapat tervaksinasi. Total, 3.000 vaksin AstraZenecca dipersiapkan panitia.

“Target utama dari vaksinasi massal ini tentu pelaku di industri pariwisata. Namun, kami juga berharap masyarakat di wilayah ini kebagian juga (dosis vaksinnya),” ujar Ketua Pelaksana JALANIN Shobirin Hamid dalam sesi jumpa media di lokasi, Rabu (8/9/2021).

Lokasi Saung Angklung Udjo menjadi pilihan karena mendukung tema vaksinasi massal berbasis pariwisata. Lahan luas juga menjadi faktor utama lokasi ini terpilih. Dengan memanfaatkan luas lahan, panitia bisa mengatur dengan leluasa jalur peserta vaksinasi dari mulai parkir, registrasi, hingga mendapat suntikan dosis vaksin.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita di Balik Relawan Sejuta Vaksin COVID-19

Acara ini melibatkan lebih dari 100 relawan dari ketiga kolaborator penyelenggara. Selain itu, ada tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kota Bandung. Berkaca dari data hari pertama, sebanyak 1.113 dosis vaksin telah disuntikkan kepada peserta. Nah, kendati dikunjungi banyak peserta, pemetaan alur jalannya acara terbilang cukup baik, sehingga tak menimbulkan kerumunan.

Ada tiga titik di area Saung Angklung Udjo yang jadi tempat vaksinasi. Titik pertama di pendopo, sedangkan dua titik lainnya di sisi kanan pendopo. Bagi kamu yang pernah mengikuti pertunjukan angklung sore di Saung Angklung Udjo, ya, amphiteater tempat kita biasa menonton pertunjukan itulah yang disulap menjadi area vaksinasi.

Pemilihan Saung Angklung Udjo sebagai lokasi vaksinasi massal ini dinilai cukup tepat. Dengan variasi tema dan suasana tempat vaksinasi, setidaknya hal ini bisa mengurangi kejenuhan, bahkan ketakutan peserta vaksin. Area yang luas juga memungkinkan anak-anak datang ke area vaksinasi untuk bermain di area terbuka.

Di sisi lain, Sekjen Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia Taufik Hidayat menyebut pemilihan Saung Angklung Udjo sebagai lokasi vaksinasi tidak terlepas dari upaya pelaku kesenian untuk kembali mempromosikan wisata berbasis kesenian. Seperti diketahui, sejak terpaan pandemi, industri pariwisata seolah mati suri.

“Jadi, biar teman-teman juga tahu, sekarang destinasi wisata sudah bisa dikunjungi walau dengan protokol kesehatan yang ketat,” ujar Taufik.

Rencananya, vaksinasi massal bertema pariwisata ini bakal digelar di 10 titik di wilayah Jawa Barat. Saat ini, panitia sedang mengurasi destinasi wisata berikutnya yang bisa dijadikan lokasi ‘JALANIN’ edisi kedua.

Baca Ini Juga Yuk: Bincang Santai Jokowi dan Siswa hingga Jawaban Mengejutkan

Sebelum bertransformasi menjadi ‘JALANIN’, para kolaborator juga pernah menggelar acara vaksinasi di dua titik wilayah Jawa Barat. Jadi, walau ‘JALANIN’ di titik ini adalah vaksinasi massal pertama, namun kegiatan vaksinasi massal sebetulnya bukan hal baru bagi tiga kolaborator.

Acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, dan berakhir pada pukul 15.00 WIB. Berdasarkan data hari pertama, hampir tak ada keluhan dari penerima dosis vaksin di acara tersebut.

“Memang sih, ada yang malah jadi agak memburuk kondisinya. Tapi, itu disebabkan karena pasiennya belum sarapan. Makanya, di hari kedua, begitu masuk registrasi kita tanya dulu nih, mereka udah sarapan belum. Kalau belum, kita minta mereka untuk sarapan terlebih dulu,” ujar Staff P2P Dinas Kesehatan Kota Bandung Nita.

Sebagai penutup, Shobirin, mewakili seluruh kolaborator ‘JALANIN’, berharap vaksinasi ini bisa jadi jalan keluar sekaligus angin segar demi bergeliatnya lagi industri pariwisata dan hiburan di Tanah Air. Dengan mengikuti vaksinasi, diharapkan industri yang menghidupi banyak orang ini bisa kembali berjalan seperti sebelumnya.

Bagaimana denganmu, TemanBaik? Sudah divaksin, belum? Yuk, jangan ragu ikut vaksinasi. Namun, sekalipun sudah divaksin, tetap terapkan protokol kesehatan supaya bisa saling menjaga sesama ya!


Foto: Djuli Pamungkas/Beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler