Keren! BASARNAS Miliki Helikopter SAR Canggih Buatan PTDI

Bandung - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) kini punya helikopter anyar untuk timnya saat situasi darurat. Berjenis Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin, helikopter baru ini jadi kebanggaan karena produk asli PTDI.

Helikopter SAR Medium Intermediate AS365 N3+ Dauphin, merupakan produk kerjasama industri antara PTDI dengan Airbus Helicopters, Perancis. Skuad baru ini juga sudah disesuaikan dengan standar SAR dan Coast Guard yang digunakan dalam misi pertolongan.

Bahkan, keandalannya sama persis loh dengan 170 helikopter Dauphin yang digunakan di seluruh dunia. Sebut saja untuk fitur Hoist, moda ini juga sudah dilengkapi sarana yang sama untuk menarik dan mengevakuasi korban pada sisi pintu kanan agar proses berlajalan lebih cepat.

"Jadi PTDI siap memenuhi pesanan berikutnya dari Basarnas, khususnya untuk helikopter SAR, baik dari jenis AS365 N3+ Dauphin ataupun jenis helikopter lainnya. Ini juga sebagai wujud komitmen PTDI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara negara Indonesia," ujar Elfien Goentoro, Dirut PTDI, Kamis (12/22/2019) di Hanggar Rotary Wing PTDI, Jalan Pajajaran No154, Bandung.

Ia mengatakan, kolaborasi kali juga menjadi pembuktian bahwa setiap produk serta jasa yang dihasilkan BUMN ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh instansi dan lembaga negara di Indonesia.

"Dengan diserahkannya kedua helikopter AS365 N3+ Dauphin ini, kami ingin membuktikan keseriusan untuk membantu pemenuhan tugas pokok dan fungsi Basarnas demi menunjang pekerjaan dalam mengevakuasi dan menolong korban," katanya.

Di waktu yang sama Elfien juga menyebutkan, kebanggaan lain yang kini dimiliki PTDI ada pada pesawat N219. Kolaborasi ini, melibatkan PTDI dengan LAPAN yang telah sukses membangun pesawat N219 dan melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada 16 Agustus 2017.

Pesawat N219, merupakan pesawat penumpang dengan kapasitas 19 orang dengan dua mesin turboprop yang mengacu kepada regulasi CASR Part 23. Proses rancang bangun pesawat N219 sejak pengujian, sertifikasi hingga nanti dilakukan proses produksi series adalah hasil karya anak bangsa loh.

"Inovasi yang berhasil kami kembangkan di pesawat N219, adalah kemampuan lepas landasnya yang bisa dilakukan di landasan pendek yang tidak dipersiapkan. Fitur ini yang nant akan menjadi pendukung konektivitas antar pulau terutama di wilayah Perintis," pungkasnya.

Foto dokumentasi PT Dirgantara Indonesia

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler