Museum Olahraga di Surabaya Bakal Dilengkapi dengan Diorama

Bandung - Semakin hari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mematangkan konsep bangunan Museum Olahraga yang terletak di Gedung Gelora Pancasila, Jalan Indragiri Surabaya. Bahkan, museum tersebut rencanannya bakal dilengkapi dengan diorama loh, TemanBaik.

Dikutip dari laman surabaya.go.id, Kepala Bidang Bangunan Gedung, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR) Iman Krestian mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pematangan konsep yang baru.

Pada rencana awal, penempatan Museum Olahraga itu bakal berada di bawah tribun karena lokasinya yang cukup luas. Tapi, ia menilai jika ditempatkan di lokasi tersebut, malah dikhawatirkan akan mengganggu jalannya sirkulasi museum dengan pengunjung Gedung Gelora Pancasila.

Oleh karena itu, pihaknya merumuskan konsep baru, sehingga nantinya museum ini akan terdiri dari dua lantai. "Kita akan mengoptimalkan fungsi ruang yang sudah ada pada bangunan di sana," jelasnya.

Karena bangunan ini merupakan cagar budaya, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan tim cagar budaya terkait perubahan konsep tersebut. Salah satunya yakni, rencana perubahan area parkir.

Menurutnya, koordinasi itu dilakukan dengan tujuan menciptakan Museum Olahraga agar lebih representatif. Sehingga, warga dapat menjadikan museum itu sebagai tempat edukasi dan wisata.

"Nantinya konsep Museum Olahraga ini akan memadukan antara Gelora Pancasila dengan Lapangan Thor. Sehingga nantinya museum ini akan dibuat seperti Museum Tugu Pahlawan. Jadi nanti kami sertakan diorama untuk para pengunjung supaya lebih menarik," ungkapnya.

Selain dilengkapi diorama, Iman menyebut, di Museum Olahraga itu juga akan diberi sentuhan digital.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan memastikan suhu yang terjaga kelembapan dan terlindung dari paparan sinar matahari di museum tersebut. Sebab, benda-benda bersejarah itu sebagian besar membutuhkan suhu yang lembap. Bahkan koleksi baju para atlet pun juga harus diletakkan di kondisi yang lembap.

"Khusus baju memang tidak boleh sembarangan. Tidak boleh kena matahari langsung, jadi benar-benar harus terlindungi gitu. Suhu standarnya sama seperti ruangan umum 22-24 derajat," pungkasnya.

Foto: surabaya.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler