Ikut Jaga Macan Tutul Jawa Agar Tak Punah Yuk!

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika hari ini adalah Hari Satwa Internasional? Momentum ini harusnya mengingatkan kita agar lebih peduli pada keberadaan satwa, apalagi satwa yang dilindungi karena terancam punah.

Salah satu satwa yang terancam punah itu adalah Macan Tutul Jawa. Populasi semakin hari makin terancam. Itu karena maraknya perburuan Macan Tutul Jawa hingga rusaknya alam tempat mereka tinggal.

Konferensi pun digelar Forum Konservasi Macan Tutul Jawa (Formata) belum lama ini. Selain memilih ketua baru, dalam konferensi itu dihasilkan keputusan agar lembaga konservasi yang memiliki macan tutul, wajib melestarikan dan menjaganya dengan baik.

Jika macan tutul yang ada tak dijaga dengan baik, populasinya dikhawatirkan semakin berkurang. Apalagi, hanya 50 persen saja macan tutul yang hidup di kawasan konservasi dan lahan milik PT Perhutani.

Salah satu tempat pelestarian macan tutul Jawa itu adalah Bandung Zoo Garden alias Kebun Binatang Bandung. Di sini ada tiga koleksi, yaitu dua jantan dan satu betina dalam satu kandang besar.

Berbagai langkah pun ditempuh agar macan tutul itu bisa bereproduksi alias menghasilkan keturunan. Tapi, hal itu tak mudah dilakukan. Dalam kurun 10 tahun, hanya sekali macan tutul betina hamil, itu pun keguguran.

"Harapannya kita memelihara macan tutul ini agar suatu saat bisa melakukan pembibitan di mana hasil pembibitannya bisa untuk reproduksi ke alam," kata Head Keeper Bandung Zoo Asep Heri, Jumat (4/10/2019).

Diakuinya, sangat sulit membuat macan tutul betina hamil dan akhirnya melahirkan anak. Apalagi, dua jantan di sana masih dalam usia produktif. Sementara betinanya sudah tergolong tua.

"Jadi enggak semua macan tutul bisa langsung dipasangkan," tutur Heri, sapaan akrabnya.

Meski begitu, berbagai upaya terus dilakukan agar sang betina bisa kembali hamil dan melahirkan. Belum berhasil pun tak membuat semangat Heri dan kawan-kawan luntur.

Karena sulitnya membuat macan tutul hamil, Heri berharap berbagai elemen masyarakat peduli terhadap upaya pelestariannya. Jangan melakukan perburuan macan tutul hingga menjaga agar hutan tetap lestari jadi hal sederhana yang bisa dilakukan warga.

Jika perburuan dan perusakan hutan masih saja dilakukan orang, potensi kepunahan macan tutul Jawa pun semakin besar. Yang paling mengkhawatirkan, macan tutul itu turun gunung untuk mencari makan dan akhirnya melukai warga. Ngeri kan jika hal itu sampai terjadi?

Heri sendiri sudah cukup berpengalaman menangani macan yang masuk ke pemukiman warga. Ia sering diminta bantuan untuk mengatasi hal tersebut. Sejak 1996, ia sudah menangani sekitar tujuh kasus di beberapa daerah di Jawa Barat.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler