Indonesia Kirimkan Pasukan Perdamaian ke Kongo dan Lebanon

Indonesia dipercaya dunia untuk mengirimkan pasukan dalam misi perdamaian dan ketertiban di negara Kongo dan Lebanon. Sebanyak 960 personel dilepas Presiden Joko Widodo di Lapangan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP), Sentul Kabupaten Bogor, Jumat (31/08/2018) kemarin.

Mereka adalah anggota Satgas RDB Kontingen Garuda XXXIX-A Congo dan Satgas MTF Kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon yang merupakan satuan tugas batalion gerak cepat dan satuan tugas maritim TNI.

"Dengan keberangkatan ini maka pasukan Indonesia yang bertugas (secara bersamaan) saat ini berjumlah 3.532 personel. Artinya, kita telah mencapai 88,3 persen dari target 4.000 personel yang kita canangkan. Saya instruksikan agar target 4.000 segera tercapai," ujar Jokowi seperti dikutip dalam laman Presidenri.go.id

Turut mendampingi Jokowi dalam kesempatan itu yakni Menkopolhukam Wiranto, Menlu Retno Mashudi, Menhub Budi Karya, Setkab Pramono Anung, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan.

Indonesia memiliki sejarah panjang dalam misi perdamaian dunia. Kontingen Garuda telah berada di Sinai sejak tahun 1957 atau hanya satu dekade dari kemerdekaan Indonesia. Di tahun itu pula Indonesia telah mengirimkan lebih dari 38 ribu pasukan penjaga perdamaian PBB. Saat ini Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar negara pengirim pasukan perdamaian dunia terbanyak.

Lebih membanggakan lagi, dalam pengiriman pasukan perdamaian tersebut, kontingen Garuda dilengkapi dengan Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) produk dalam negeri.

"Yang juga membanggakan kontingen garuda ini memakai alutsista buatan anak bangsa dalam menjalankan misinya. Ini sekaligus menjadi etalase bagi kehandalan produk industri strategis negara kita," katanya.

Kiprah pasukan Garuda dalam berbagai misi PBB dikenal selalu dapat diterima oleh masyarakat setempat karena mudah berbaur dan menghormati budaya di negara tersebut. Kontribusinya pun tak terbantahkan karena memiliki rekam jejak dan sejarah panjang.

"Kontribusi Indonesia tidak terbantahkan. Indonesia memiliki kredensial, rekam jejak, dan sejarah panjang. Sekali lagi, ini adalah kepercayaan terhadap bangsa Indonesia sekaligus amanah yang harus kita pikul dan tunaikan bersama," tutur Jokowi.

Kepercayaan dunia terhadap Indonesia semakin besar, ini terbukti saat Indonesia memperjuangkan kemerdekaan Palestina, mendorong proses perdamaian di Myanmar dan di Afganistan. Selain itu Indonesia juga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

"Saya berpesan kepada pasukan Garuda diseluruh dunia jagalah nama baik bangsa, patuhi hukum setempat dan selalu ikuti prosedur, jaga sikap, disiplin, dedikasi dan loyalitas," pungkas Jokowi.



Foto: Presidenri.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler