ITB Sumbang Alat Penjernih Air untuk Korban Gempa Lombok

Bandung - Tim Satgas Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyerahkan empat unit alat penjernih air kepada Universitas Mataram (Unram). Alat tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat yang terkena dampak gempa bumi untuk bisa menikmati air bersih dengan mudah.

Penyerahan alat penjernih air ini dilakukan secara simbolis oleh Ir. Mipi Ananta Kusuma dari Kelompok Keahlian Geodesi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB kepada Ketua LPPM – Unram, Muhammad Ali yang bertempat di Kampus Unram pada Selasa, (14/8).

Alat penjernih air tersebut adalah karya dari Prof. Ir. I Gede Wenten, M.Sc., Ph.D., dari KK Perencanaan dan Pengembangan Proses Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri ITB. Dari ke empat alat tersebut, salah satunya memiliki kapasitas untuk menampung 1.000 liter air. Sedangkan yang lainnya merupakan alat penjernih air yang bisa dipakai dengan cara dipompa.

Ketua LPPM Unram, Muhammad Ali mengatakan, pemberian alat penjernih air tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Lombok, khususnya yang berada di wilayah pegunungan, seperti Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Sebab, ketika itu wilayah tersebut sedang dilanda krisis air sehingga banyak warga yang kesulitan mencari air bersih.

Baca juga: ITB Pasang 13 Seismometer Pantau Gempa Susulan di NTB

“Kami sangat berterima kasih sekali atas paket dan teknologi untuk air ini, dan yang selanjutnya bagaimana paket teknologi untuk rumah tahan gempa darurat sangat kami butuhkan, karena membangun perumah penduduk dalam jangka waktu pendek sangat tidak mungkin,” katanya dalam rilis yang tertera di website itb.ac.id.

Ali juga menjelaskan, alat-alat penjernih air tersebut nantinya akan disebar ke wilayah yang dinilai sangat membutuhkan air bersih. Terutama di Kabupaten Lombok Utara yang berada di pegunungan. Pihak Unram akan melakukan pendataan secara lebih terperinci mengenai daerah yang sangat membutuhkan air, agar penyebaran alatnya lebih adil dan merata.

Sementara itu, Ir. Mipi juga menyampaikat bahwa dalam waktu dekat tim dari ITB akan membawa alat penjernih air berkapasitas 18.000 liter per jam. Hanya saja, alat tersebut harus dibawa lewat jalur darat. ITB sendiri sudah membentuk tim satgas yang akan bertugas menyusun rencana dan aksi bantuan lainnya untuk bencana gempa bumi di Lombok.

Tim satgas tersebut akan melakukan assessment kelayakan bangunan publik, melaksanakan program penyediaan fasilitas air minum, serta mempelajari potensi gempa ke depan. Tim ITB akan fokus terhadap rehabilitasi pasca gempa sesuai dengan bidang riset masing-masing



Foto: itb.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler