• Kamis, 8 Desember 2022

Seperempat Abad Perjalanan Glenn Fredly untuk Indonesia

- Kamis, 9 April 2020 | 10:55 WIB





Kabar duka kembali menyelimuti industri musik Tanah Air. Salah satu penyanyi kebanggaan Indonesia, Glenn Fredly menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (8/4/2020) di RS Setia Mitra, Cilandak, Jakarta. Penyanyi dengan nama lengkap Glenn Fredly Deviano Latuihamallo tersebut meninggal dunia pada usia 44 tahun akibat penyakit meningitis. Tak hanya dari sesama rekan musikus, kepergian Glenn menyedot duka dari berbagai elemen dalam ekosistem industri hiburan di Indonesia.

Penampilan terakhir Glenn di panggung besar adalah tatkala ia menggelar konser bersama band pengiringnya The Bakuucakar pada 29 Februari 2020 di Bekasi. Setelahnya, Glenn memang dijadwalkan menggelar rangkaian tur dalam memperingati 25 tahun kiprahnya di blantika musik Tanah Air. Tur tersebut sedianya akan digelar pada Juni 2020 mendatang, namun harus mengalami penundaa akibat pandemi global COVID-19.

Dalam unggahan di akun instagramnya, Glenn menyampaikan kesedihannya atas kondisi darurat yang terjadi di Indonesia belakangan akibat mewabahnya pandemi global COVID-19 yang mengakibatkan deretan rencana bermusiknya harus mengalami penundaan.

Mengharukannya, single berjudul 'Selesai' yang dirilisnya pada 16 November 2019 silam seakan jadi single terakhirnya, yang kemudian masuk dalam daftar lagu di album 'Romansa Masa ke Depan'. Selain itu, di luar panggung besar, ia belakangan nampak berkolaborasi dengan penyanyi Marcello Tahitoe dalam membuat konten sesi bermusik #DiRumahAja.

Mengupas seperempat abad perjalanan Glenn Fredly di Industri Musik, ia tak hanya dikenal sebagai musikus saja, melainkan sebagai tokoh dalam ekosistem industri musik Tanah Air. Beberapa kegiatan di luar bermusik dan bernyanyi ia lakukan. Bahkan, ia punya cita-cita memajukan ekosistem musik di Indonesia lewat beberapa aksinya di luar panggung musik.

-

                                                                             Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Aktif dalam Ekosistem Musik Indonesia
Sejak dimulainya era media sosial, kesadaran para musikus untuk berserikat mengalami peningkatan drastis. Stigma berkolaborasi lebih baik dari berkompetisi makin terasa setelah penjualan fisik tak lagi jadi primadona. Di titik ini, sejumlah musikus mulai tergerak untuk membuat 'koalisi' para musikus.

Salah satu yang mencuat dalam ingatan kita adalah tatkala Glenn buka suara perihal topik Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan, medio 2019 silam. Ia adalah salah satu musikus yang paling lantang menolak RUU Permusikan. Kekecewaannya pada tim perumus RUU Permusikan dituangkan dalam sebuah gagasan yang beken dengan Konfrensi Meja Potlot (KMP). Butir-butir gagasannya bersama para musikus lain dituangkan dalam unggahan di akun instagramnya.

Tak berhenti di situ, saat otoritas terkait merevitalisasi kawasan MBloc di wilayah Blok M, Jakarta Selatan menjadi wahana kreatif untuk para seniman muda Glenn merupakan salah satu yang terlihat aktif berdiskusi soal pemberdayaan ekonomi di kalangan seniman. Indikatornya bisa kita lihat pada unggahan di akun instagram Menteri Keuangan Sri Mulyani terkait kepergian Glenn.

"Saya kehilangan seorang teman yang memiliki kepedulian sangar besar terhadap berkembangnya industri musik dan kesejahteraan para musisi serta seniman Indonesia. Selamat tinggal Glenn Fredly. Kepedulianmu adalah warisan abadi bagi dunia seni musik Indonesia," tulis Sri Mulyani.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Tags

Terkini

X