• Selasa, 27 September 2022

Ini 6 Kuliner Khas Jalur Mudik Pantai Utara Jawa

- Jumat, 6 Mei 2022 | 11:28 WIB
 (dok. Wikimedia.org/Sakurai Midori)
(dok. Wikimedia.org/Sakurai Midori)

Sentra pedagang nasi grombyang terdapat di Jl RE Martadinata, sekitar 500 meter dari Alun-Alun Kota Pemalang. Anda dijamin bakal ketagihan menyantapnya dan semangkuk kecil bisa jadi belum cukup untuk menuntaskan rasa penasaran.

Sedikit bergeser ke Pekalongan, kita akan menjumpai kuliner nasi megono yang dipadu cacahan nangka muda dan parutan kelapa. Akan makin nikmat disantap ditemani kudapan tempe mendoan.   

Kuluban
Inilah saladnya orang Jepara dan sepintas mirip dengan urap. Kuliner ini dapat ditemui dengan mudah di sentra kuliner tradisional di kota kelahiran RA Kartini. Perbedaan kuluban dengan urap terletak pada kombinasi sayur mayur yang dipakai.

Pada kuluban ada pemakaian rebusan nangka muda dan tauge mentah yang tidak ditemukan pada urap. Selain itu kuluban juga dipadu dengan petai mentah. Makanan ini selalu diburu para perantau asal Jepara saat mereka pulang kampung.

Nasi Punel
Di pantai utara Jawa Timur, tepatnya di Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan, kita dapat menjumpai kuliner nasi punel yang bertekstur lembut dan menggumpal disajikan di atas daun pisang. Punel berasal dari kata pulen yang berarti matangnya pas dan tidak terlalu kering atau tidak terlalu lembek.

Di atas nasi itu ditambah taburan serundeng, dilengkapi sate kerang, lentho/menjeng, tahu bumbu Bali, irisan daging dan kikil, serta sebungkus kecil kuah yang berisi parutan kelapa dengan santan dan diberi bumbu agak manis. Biasanya tersedia sayur rebung dan nangka muda.

Lauk pendamping biasanya ada empal, ayam goreng, telur dadar, paru, dan dendeng, serta sambal ulek pedas yang dicampur dengan irisan kacang panjang.

Kuliner Banyuwangi
Di Banyuwangi yang berada di ujung timur Jawa, ada beberapa kuliner enak. Misalnya rujak soto, yaitu perpaduan rujak sayur dengan kuah soto. Untuk rujak berisi potongan sayur yang ditaburi bumbu kacang dan setelahnya disiram kuah soto yang dilengkapi potongan daging ayam atau babat.

Ada lagi sego tempong atau nasi panas dipadu aneka lauk seperti tempe, tahu, ikan asin atau ayam goreng ditemani sambal tempong alias tampar karena sensasi rasa pedasnya yang membangkitkan selera.

Selain itu ada sego cawuk atau sego janganan yang bertabur gecok atau kelapa parut dan pipilan jagung bakar, lagi-lagi ditemani sambal pedas. Lebih nikmat lagi kalau ditemani pindang telur dan sambal serai serta daun semanggi.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Sumber: Kementerian Perhubungan, Indonesia.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Es Podeng, Cara Warga Pribumi 'Perangi' Makanan Kolonial

Senin, 26 September 2022 | 14:46 WIB

Para Delegasi U20 Nikmati Kuliner Khas Jawa Barat

Kamis, 1 September 2022 | 19:01 WIB
X