• Minggu, 2 Oktober 2022

Pertemuan 15th AHMM Sepakati Pendirian Kantor Kedaruratan Kesehatan Tingkat ASEAN

- Senin, 16 Mei 2022 | 18:13 WIB
 (dok. sehatnegeriku.kemkes.go.id)
(dok. sehatnegeriku.kemkes.go.id)

Pertemuan menteri kesehatan negara anggota ASEAN (15th AHMM) yang berlangsung di Bali (15/5) menghasilkan beberpa poin joint statement. Salah satunya adalah pendirian Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular ASEAN atau ASEAN Center for Public Health Emergencies and Emerging Diseases (ACPHEED).

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan pertemuan tersebut menyetujui joint statement yang isinya menyetujui didirikannya kantor ACPHEED berdasarkan 3 pilar utama, yakni preventif, deteksi, dan respons.

Dikutip dari laman resmi sehatnegeriku.kemkes.go.id, ada 3 negara yang akan menjadi kantor pusat dari masing-masing pilar, antara lain 1 kantor di Indonesia, 1 kantor di Thailand, dan 1 kantor di Vietnam.

"Jadi center-center ini membina kapabilitas dan kapasitas dari seluruh negara ASEAN untuk mempersiapkan diri kalau ada potensi pandemi baru," kata Menkes Budi pada konferensi pers akhir pertemuan 15th AHMM di Bali, Minggu (15/5).

Baca Juga: Penyakit Kuku dan Mulut pada Hewan Tidak Menular pada Manusia, Ini Cirinya

Untuk pembiayaannya selain dari kontribusi negara anggota ASEAN, beberapa negara mitra seperti Jepang sudah mau memberikan komitmen pembiayaan untuk ACPHEED.

Pendirian ACPHEED diharapkan pada September tahun ini sudah penandatanganan persetujuan pendirian. Saat ini persetujuan secara prinsip, pembagian tugas, dan wewenangnya sudah disepakati.

"Kita harapkan kalau itu bisa ditandatangani September kita bisa mulai bangun. Mungkin di awal tahun depan sudah bisa dipakai di Indonesia," ucap Budi.

Beroperasinya ACPHEED akan memberikan kemudahan bagi negara anggota ASEAN untuk mengakses sumber daya kesehatan dengan 3 kompetensi utama yang terdistribusi di 3 negara yakni Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

Tiga negara tersebut mengajukan kesediaan untuk memiliki kantor di Indonesia dengan kompetensi spesifik seperti preventif, deteksi, atau respons.

Tak hanya menyepakati rencana pendirian ACPHEED, Menkes Budi melanjutkan join statement itu juga menghasilkan persetujuan untuk mengadopsi dan mengharmonisasi standar protokol kesehatan se-ASEAN.

Halaman:

Editor: Irfan Nasution

Sumber: Sehat Negeriku - Kemenkes

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sering Migrain, Yuk Hindari Makanan dan Minuman Ini!

Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:00 WIB

Ada Jus dan Kopi, Hindari 5 Minuman Ini saat Cuaca Panas

Jumat, 30 September 2022 | 08:45 WIB

Waspada Mata Merah, Cek di Sini Apa Saja Penyebabnya!

Senin, 26 September 2022 | 07:10 WIB

Konsumsi Buah Sebelum Makan Ternyata Banyak Manfaatnya

Senin, 26 September 2022 | 06:05 WIB

Simak 12 Manfaat Luar Biasa Biji Labu bagi Kesehatan

Sabtu, 24 September 2022 | 09:44 WIB
X