• Kamis, 29 September 2022

Sungai Cimeta Berwarna Merah, DLH Jabar Pastikan tak Berbahaya

- Kamis, 23 Juni 2022 | 13:02 WIB
Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtias menggelar jumpa pers terkait insiden Sungai Cimeta di Command Center Satgas Citarum, Kota Bandung, Rabu (22/6/2022). (Humas Pemprov Jabar)
Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtias menggelar jumpa pers terkait insiden Sungai Cimeta di Command Center Satgas Citarum, Kota Bandung, Rabu (22/6/2022). (Humas Pemprov Jabar)

Nilai baku karakteristik penetapan terkontaminasi B3 dari sampel tersebut tidak menunjukkan ada tingkat konsentrasi LB3.

Pada pengujian karakteristik yang dilakukan terhadap semua parameter LB3 pun menunjukkan hasil sama.

Baca Juga: Festival BerjuanGg, Langkah Komunitas Karasa Bandung Hidupkan Gang

Air sungai yang merah itu tidak memiliki karakteristik LB3 yaitu tidak korosif, tidak mudah menyala, tidak mudah meledak dan juga tidak reaktif. Ini sudah sesuai Lampiran 10 PP 22/2021 tentang parameter uji karakteristik limbah B3.

"Warna merah yang diduga B3 itu (ternyata) tidak ditemukan karakteristik bahan berbahaya beracun, kemudian diuji lagi kalau itu dari hasil sisa produksi LB3, juga tidak ditemukan karakteristik sebagaimana kategori LB3 pada PP 22/2021," tegas Prima.

Hasil laboratorium yang dilakukan provinsi menegaskan temuan awal DLH Kabupaten Bandung Barat yang menyatakan tak ada ikan mati, dan tak ada manusia terdampak akibat warna merah tersebut.

"Tidak ada juga pertanian terdampak, tidak ada sedimen juga. Bahan yang membuat merah Sungai Cimeta merupakan bahan yang mudah terlarut, tidak ada endapan sehingga dari hasil ini kita bisa katakan itu aman," tuturnya.

Meski hasil lab aman, Prima mengajak semua elemen mengambil pelajaran dari insiden di Sungai Cimeta ini. Bahwa menjaga sungai itu penting.

Baca Juga: Jadi Amirul Hajj Jabar, Ridwan Kamil akan Pimpin 17 Ribu Jemaah Haji

"DLH dan Satgas Citarum Harum meminta masyarakat harus lebih peduli bahwa sungai itu bukan tempat buangan sampah, itu menjadi penting. Perlu dicatat jika yang dibuang itu adalah limbah B3 maka Anda akan dikenakan sanksi sebagaimana peraturan perundangan yang berlaku," tegasnya.

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gejog Lesung, Ketika Alat Tani Lantunkan Instrumen Musik

Selasa, 27 September 2022 | 21:50 WIB

Pasar Murah Kota Bandung Catatkan Omzet hingga Rp408 Juta

Selasa, 27 September 2022 | 13:58 WIB

Tukar Sampah Jadi Berkah di Acara Great Bandung

Sabtu, 24 September 2022 | 17:20 WIB

Boseh Bike Kini Hadir di Kawasan Summarecon Bandung

Jumat, 23 September 2022 | 12:15 WIB
X