• Sabtu, 26 November 2022

Bijak Memilih Obat Alternatif di Tengah Pandemi

- Sabtu, 9 Mei 2020 | 10:30 WIB

TemanBaik, belakangan kita sering menerima informasi dari berbagai sumber mengenai obat-obatan alternatif untuk mencegah penyebaran virus corona. Obat-obat alternatif itu kemudian dibeli dalam jumlah besar oleh masyarakat. Padahal, belum tentu obat alternatif itu seratus persen ampuh dalam menangkal penyakit loh.

Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dra. Zullies Ikawati dalam keterangan resmi laman web Universitas Gadjah Mada meminta masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menggunakan obat alternatif atau herbal untuk mencegah virus corona.

Meskipun ada bukti kesembuhan setelah mengonsumsi obat tersebut, namun Zullies menyebutkan hal tersebut berasal dari testimoni segelintir orang saja. Dengan begitu, masih sangat kurang untuk mendukung kemanjuran obat-obat alternatif tersebut. Apalagi penyakit corona pada sebagian orang dengan kekebalan tubuh kuat bahkan tidak memberikan gejala dan menjadi penyakit yang bisa sembuh sendiri.

Zullies mengungkapkan Indonesia sangat kaya akan tanaman obat yang berpotensi untuk mengatasi virus corona. Namun demikian, aturan dalam pengembangan obat baru dari herbal tetap harus mengikuti kaidah ilmiah yang berlaku.

Lebih lanjut lagi, obat herbal itu sendiri punya beberapa perbedaan dengan obat sintetik, antara lain obat herbal itu berasal dari pengalaman empiris bertahun-tahun. Jamu-jamu atau ramuan tradisional Indonesia dari berbagai daerah umumnya memiliki pengalaman bertahun-tahun untuk suatu penyakit tertentu. Selain pengalaman empiris, ada juga sumber obat herbal yang berupa suatu inovasi baru. Sebut saja kulit manggis atau kulit jeruk yang dulunya tidak digunakan masyarakat, tetapi berdasarkan penelitian ternyata memiliki manfaat obat.

Obat-obat herbal ini ada yang diolah oleh masyarakat untuk dikonsumsi sendiri, namun ada juga yang diolah lebih modern, diformulasi dengan bahan-bahan lain dan disajikan secara modern seperti dalam bentuk kapsul, kaplet atau sediaan lainnya, untuk dipasarkan lebih luas. Sebagian dikemas menjadi obat herbal terstandar dan diujikan secara preklinik pada hewan uji untuk dipastikan keamanan dan kemanjurannya. Jika lolos uji, obat-obat herbal ini bisa digunakan pada manusia.

“Jika sudah diujikan secara klinis pada manusia, dan terbukti kemanjuran serta keamanannya maka obat herbal dapat didaftarkan sebagai Fitofarmaka,” terangnya.

Memilih Obat Alternatif

Nah, lalu bagaimana sih cara memilih obat-obatan alternatif untuk TemanBaik gunakan sebagai penangkal virus? Zullies memberikan beberapa tips yang bisa kamu lakukan saat hendak membeli obat alternatif. Pertama-tama, kamu harus memastikan obat-obat herbal ini terdaftar di BPOM. Untuk memastikan produk-produk yang telah terdaftar di BPOM dan mendapat nomor izin edar, kamu bisa mengaksesnya lewat aplikasi BPOM yang tersedia, https://cekbpom.pom.go.id/, atau Halo BPOM.

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

Efek Buruk Bergadang Bagi Tubuhmu, Yuk Mulai Hindari!

Rabu, 16 November 2022 | 18:05 WIB

Porsche Bangun Destination Charging Pertama di Indonesia

Minggu, 13 November 2022 | 19:43 WIB

Mau Berfoto di Stasiun Kereta, Simak Ketentuannya Ya!

Minggu, 13 November 2022 | 12:10 WIB

Touring di Musim Hujan, Tetap Seru dengan Kiat Ini

Sabtu, 12 November 2022 | 16:50 WIB

5 Aktivitas Seru Ini Bisa Kamu Lakukan saat Weekend

Sabtu, 5 November 2022 | 10:26 WIB
X