• Jumat, 2 Desember 2022

Ngobrol dengan Raihan Aulia, Pemuda yang Cinta Transportasi Publik

- Senin, 5 September 2022 | 13:44 WIB
Raihan Aulia, tetap memilih transportasi publik. (Foto: Istimewa/Dokumentasi Pribadi Raihan Aulia)
Raihan Aulia, tetap memilih transportasi publik. (Foto: Istimewa/Dokumentasi Pribadi Raihan Aulia)

Terlebih, Raihan mengalami fase di mana transportasi publik di tempatnya tinggal dari saat masih tidak layak, berproses hingga menjadi lebih baik.

“Dulu ngalamin zaman kereta (KRL) di satu gerbong ada tukang sayur, ada yang bawa ayam, harga tiket Rp1.500. Sampai ada TransJakarta, terakhir ada JakLingko. Proses ini yang seru,” bebernya.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Orang Pendiam, Jarang Diketahui dan Mengejutkan

Selepas SMA, Raihan melanjutkan pendidikan di Universitas Padjadjaran. Melanjutkan kuliah di wilayah Jatinangor tak menyurutkan kecintaannya terhadap transportasi publik.

Untuk aksesibilitas sehari-hari, ia memilih tempat tinggal yang tak jauh dari lokasi kampus agar bisa berjalan kaki. Sedangkan saat harus bepergian ke pusat Kota Bandung, ia memilih transportasi publik.

Sepeda motor yang dimilikinya disimpan di rumahnya, di Ciputat. Ia mengaku belum memerlukannya.

Pilihannya tetap menggunakan transportasi publik relatif berbeda dengan pilihan kebanyakan teman-temannya, yang membawa sepeda motor dari rumah untuk digunakan di perantauan.

“Motor ada di rumah. Saya tetap pakai umum (kendaraan). Belum perlu aja sih,” katanya.

Baca Juga: Muhammad Ivan Nugraha, Sekuriti Cikarang yang Jago Bahasa Korea

Kegemaran dan Berorganisasi

Halaman:

Editor: Gin Gin Tigin Ginulur

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X