Cerita Anton Solihin, Kecintaannya pada Buku Lewat Perpustakaan Batu Api

- Jumat, 11 Maret 2022 | 17:48 WIB

TemanBaik, kali ini kita akan berkenalan dengan Anton Solihin. Bagi kamu yang berkuliah di Unpad, sosok ini tentu tidak asing lagi. Ia biasanya ditemui di perpustakaan bilangan Jatinangor.

Pria yang kerap disapa Bang Anton ini adalah alumni jurusan sejarah Universitas Padjadjaran tahun 1994. Kecintaannya pada buku membuat dirinya mendirikan sebuah rumah baca alternatif yang kini dinamakan Perpustakaan Batu Api.

Perpustakaan ini berdiri pada tanggal 1 April 1999, dan tahun ini Perpustakaan Batu Api genap berusia 23 tahun. Perpustakaan ini berlokasi di Jalan Raya Jatinangor No142 A, Cikeruh, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Sekira 80% koleksi buku di Perpustakaan Batu Api ini dibelinya secara pribadi dan sisanya merupakan buku sumbangan mahasiswa atau kenalannya. Banyak mahasiswa yang merasa terbantu dengan buku koleksi Bang Anton ini. Kebanyakan orang datang ke perpustakaan untuk mencari bahan tugas kuliah atau skripsi.

"Awalnya ini merupakan koleksi pribadi saya, terus pas bikin perpustakaan ini saya mengajak teman-teman untuk menyimpan buku-buku yang mereka punya disini, untuk lengkapi koleksi," ujar Anton.

Baca Juga: Cerita Herlina Agustin, Pendiri Komunitas Peduli Disabilitas Fikom Unpad

Untuk menambah buku-buku koleksi miliknya, ia pun membeli buku dari loakan dan emperan jalan. Namun, ada beberapa buku yang ia dibeli dari toko buku.

Anton menceritakan, bahwa ada beberapa tokoh penting yang pernah datang ke perpustakaan miliknya, di antaranya adalah Dubes Rusia, hingga Karim Raslan seorang pengacara dan penulis terkenal Malaysia.                                                                                                                     

Konsistensi Anton dalam mengoleksi buku inilah yang membawanya pada Frankfurt Book Fair, salah satu festival buku terbesar di dunia yang sejarahnya hadir sejak abad ke XVII.

"Saya diajak panitia book fair karena saya dianggap sebagai salah satu pegiat literasi, padahal saya menganggap saya tidak seperti itu," ujar Anton.

Seperti yang diceritakan, Anton adalah salah satu dari 70 orang dari Indonesia yang berangkat mengikuti festival buku dunia tersebut.

"Saya menganggap hobi saya ini adalah hobi yang bermanfaat bagi banyak orang, ilmu yang saya dapatkan lewat sebuah buku dapat saya bagikan kepada orang yang membaca buku-buku koleksi saya," tambah Anton.

Temanbaik, sejauh ini sudah ada sekitar 14.800 anggota Perpustakaan Batu Api. Banyak bukan? Hal ini karena mahasiswa baru yang datang langsung mendaftarkan diri mereka sebagai anggota aktif. Adapun tarif yang ditetapkan dalam meminjam buku yakni Rp5 ribu/buku dalam seminggu.

Nah, untuk  Temanbaik  yang berkunjung ke Jatinangor jangan lupa untuk singgah sebentar di Perpustakaan Batu Api ya!

Editor: Irfan Nasution

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X