• Minggu, 25 September 2022

Perundungan yang Membawa Ernisa Jadi Guru SLB

- Jumat, 3 Desember 2021 | 09:10 WIB





Namanya Ernisa Supiah. Selain pembawaannya yang ramah dan riang, ia punya banyak kasih bagi anak-anak luar biasa.

Perempuan asal Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau ini memulai debut menjadi guru Pendidikan Anak Luar Biasa pada 2017. Stamford School adalah tempat pertamanya mengajar. Tak lama setelah itu, ia bergabung dengan SLBN Cicendo.

Jauh sebelum menjadi guru SLB, ketertarikan Ernisa terjun pada bidang ini berawal dari kejadian di kampungnya saat ia hendak masuk kuliah. Saat itu, ia melihat anak disabilitas yang jadi korban perundungan di warung internet( warnet) dekat tempat tinggalnya. Itu karena sang anak kerap memenangkan gim daring di antara teman sebayanya.

"Saya mikir, wah enggak bisa anak ini diginiin (dirundung). Secara spesifik mereka punya kemampuan yang luar biasa," kenang Ernisa.

Setelah kejadian itu, ia terbang ke Bandung untuk menempuh studi di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 2012. ia memilih Pendidikan Luar Biasa (PLB) sebagai jurusan kuliahnya.

Baca Ini Juga Yuk: Witri Erdiawati, Guru SLB dan Penutur Bahasa Isyarat Kepolisian

-

Setelah lulus dan fokus mendalami profesi guru SLB, ada banyak tantangan yang dihadapinya. Terlebih, SLBN Cicendo menurut Ernisa dikenal dengan kualitas pengajar dan materi ajarnya yang bagus.

"Hal berat ini tapi bikin saya jadi beradaptasi dan enggak berhenti belajar," ujar Ernisa.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X