• Minggu, 25 September 2022

Kisah Bu Meri 35 Tahun Bareng Anak Luar Biasa

- Minggu, 28 November 2021 | 11:00 WIB





Waktu 35 tahun jelas tak singkat, apalagi untuk menjalani rutinitas yang bisa dibilang itu-itu saja. Namun, bagi Rd. Siti Maryati, rutinitas seperti itu adalah pengalaman berharga dalam hidupnya.

Wanita yang akrab disapa Bu Meri adalah guru di SLBN Cicendo Bandung. Ia menjadi teman bermain bagi ratusan atau mungkin ribuan anak luar biasa sejak memulai kariernya sebagai guru SLB sejak 1986.

Perjumpaan dengan anak tetangganya yang merupakan teman Tuli alias tunarungu menjadi titik awal perkenalan Meri dengan anak-anak luar biasa sampai hari ini. Ia mengenang masa-masa bingung kala itu karena tak bisa berkomunikasi dengan sang anak.

"Saya bingung mau negur, ngasih tahu, dan ngobrol sama anak itu," katanya.

Saat itu, Meri remaja punya kelompok bermain atau 'geng' beranggotakan lima orang. Nah, kakak dari salah seorang anggota 'gengnya' tersebut merupakan guru SLB. Orang tersebutlah yang kemudian memberi arahan agar Meri dan teman-temannya melanjutkan sekolah ke jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB).

Singkat cerita, Meri dan kawan-kawannya lolos tes di SGPLB (Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa). Ia menempuh jenjang D2 PLB, lalu bekerja sebagai ASN usai lulus kuliah. Ia bertugas di Sumedang pada awal masa kerjanya.

"Alhamdulillah, semuanya keterima, dan sekarang kami berpencar di beberapa wilayah," jelasnya.

Saat menemui tantangan bekerja dan mengabdi sebagai pengajar anak-anak luar biasa, bukan ketakutan dan rasa enggan yang dirasakan, melainkan dirinya ingin terus maju. Ada perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata saat ditanya mengapa dirinya ingin terus maju saat menyadari tantangan pekerjaan itu. Apalagi, di era tersebut, tak banyak sumber yang bisa pelajari selain buku.

"Ada keunikan tersendiri untuk bisa berteman dengan mereka (anak-anak luar biasa)," katanya.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X