Ritual Cinta dan Doa Bernama Ulambana

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:30 WIB

"Bakar perahu itu itu sebenarnya tradisi ya untuk mengantarkan para leluhur itu. Jadi sebagai lambang dan wujud 'penyeberangan'," ungkapnya.

Baca Ini Juga Yuk: Cerita Ujang, Di Balik Lilin Raksasa & Keindahan Toleransi

-

Asal-muasal Ulambana
Bikhu Bhante lalu bercerita asal-usul digelarnya Ulambana. Ini bermula di zaman Sang Buddha hidup. Saat itu, Moggallana, salah seorang murid Sang Buddha, mengalami pengalaman spiritual.

"Mogalana itu sangat ahli meditasi. Dalam meditasi, beliau melihat ibunya di alam yang sangat menyedihkan, alam yang sengsara. Lalu Moggallana ini menciptakan semangkok nasi, nasi itu berubah menjadi arang," jelasnya.

"Ibunya bilang 'saya kehausan', Moggallana menciptakan lagi air, air itu berubah menjadi nanah. Tapi, Moggallana tidak habis-habisnya untuk (menyediakan) keperluan ibunya itu (di alam arwah). ibunya minta (sesuatu), dia kasih, tapi tidak tersampaikan apa yang dikasih kepada orang tuanya ini," tutur Bikhu Bhante.

Dalam kesedihan mendalam melihat penderitaan ibunya, Moggallana bercerita pada Sang Buddha. Moggallana menuturkan pengalaman yang didapatkannya. Ia ingin menolong sang ibu dan memenuhi kebutuhannya, tapi selalu tak tersampaikan.

"Lalu, Buddha bersabda, dia bilang 'cobalah kamu memanggil sebanyak (mungkin) bikhu, undang para bikhu untuk mendoakan mama kamu ini'. Jadi, dipanggillah (oleh) Mogalana para bikhu sebanyak mungkin, dikasihkan persembahan makanan itu. Setelah para bikhu makan dan segala macam, para bikhu mendoakan mamanya juga dan segala macam semua makhluk. Jadi, dari situlah tersampai apa yang dikasihkan Moggallana itu (kepada ibunya)," paparnya.

Dari sinilah, Ulambana kemudian diperingati setiap bulan ketujuh dalam kalender China. Upacara ini banyak dilakukan di berbagai penjuru dunia.

Baca Ini Juga Yuk: Mengintip Suasana Memandikan Rupang Jelang Imlek

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X