• Sabtu, 26 November 2022

Ritual Cinta dan Doa Bernama Ulambana

- Selasa, 24 Agustus 2021 | 08:30 WIB





Ada banyak cara untuk menghomarti leluhur. Salah satunya dilakukan penganut Buddha Buddha di Vihara Tanda Bhakti. Di sini, Senin (23/8/2021), digelar upacara Ulambana.

Bagi yang belum tahu, mungkin akan sedikit mengernyitkan karena cukup asing di telinga. Apa sih Ulambana ini? Simak ulasannya, yuk!

Saat Beritabaik.id berkunjung ke lokasi, di aula vihara, terpasang begitu banyak meja yang dijadikan altar persembahan. Di atasnya disimpan aneka sesaji, mulai dari nasi, mi goreng, camilan, hingga buah-buahan.

Tak lupa di setiap altar terdapat lilin kecil merah yang sudah dinyalakan. Ada juga kertas berwarna kuning yang berisi nama-nama para leluhur.

Prosesi sembahyang dipimpin para bikhu di area paling depan. Sedangkan umat ketika datang lokasi menyalakan dupa di area pintu masuk dan menempatkannya di altar sebelum menuju area ritual.

Apa Itu Ulambana?
Kembali pada pertanyaan awal, apa sih upacara atau ritual Ulambana ini? Upacara ini biasanya digelar pada bulan ketujuh dalam kalender Tionghoa. Inti dari kegiatan ini adalah wujud cinta sekaligus mendoakan para leluhur.

Dalam Ulambana, para leluhur didoakan umat Buddha agar mendapat keselamatan dan karma baik pada kelahiran berikutnya. Menariknya, leluhur yang didoakan tak dibedakan berdasarkan agama atau keyakinannya. Semua arwah atau ruh leluhur diundang dan didoakan.

"Yang kita baca (sutera dalam upacara Ulambana) yang di depan tadi itu adalah untuk semua marga ya, tanpa kecuali. Kita tidak mengatakan (leluhurnya menganut) agama ini dan agama itu. Jadi, semua itu diundang untuk bersama-sama mendengarkan sutera, mendengarkan doa ya, supaya beliau juga mendapatkan karma yang lebih baik pada kelahiran yang akan datang," ujar Pimpinan Upacara Ulambana Vihara Tanda Bhakti Y.A. Bhante Nyana Wibowo Mahastawira.

Selain leluhur yang dikenal, dalam Ulambana juga 'diundang' arwah leluhur yang meninggal dengan cara 'tak wajar'. Bahkan, arwah yang tak diketahui identitasnya dan selama ini tak didoakan keluarganya juga 'diundang'.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X