• Sabtu, 26 November 2022

Bincang Pandemi Bareng Kelompok Penyanyi Jalanan

- Sabtu, 21 Agustus 2021 | 13:15 WIB





Bicara pandemi, setiap orang merasakan dampak berbeda. Namun, pernah enggak sih kamu terpikir berbincang dengan musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan membahas pandemi?

Beritabaik.id berkesempatan berbincang dengan Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Bandung Cepi Suhendar. Ia berbagi cerita seputar kehidupan para musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan Kota Bandung di tengah pandemi.

KPJ sendiri tak hanya beranggotakan musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan yang beredar di jalan hingga bus. Namun, ada juga loh yang dalam kesehariannya 'konser' di berbagai tempat, mulai dari hotel, kafe, dan restoran.

Mereka diberi keleluasaan tampil di sana oleh pihak pengelola masing-masing. Selain memberi ruang berekspresi, tentu penampilan mereka untuk membuka celah rezeki.

Berbagai lokasi itu jadi tempat mereka mencari serpihan rezeki. Di sana mereka menggantungkan harap mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi menjaga kelangsungan hidup.

Namun, pandemi ibarat petir yang datang di siang bolong. Pandemi seolah menghadang langkah mereka mencari rezeki. Apalagi bagi mereka yang biasa 'konser' di tempat yang lebih memadai seperti hotel, kafe, dan restoran.

Mereka yang biasa tampil di sana akhirnya 'terlempar' karena keadaan. Sebab, banyak hotel, kafe, dan restoran yang tutup sejak awal pandemi. Seiring berjalannya waktu, mereka belum bisa kembali beraktivitas normal di tempat-tempat tersebut karena adanya pembatasaan aktivitas.

Hasilnya, banyak musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan yang akhirnya memilih kembali ke jalanan. Salah satu yang jadi tempat favorit mereka adalah perempatan atau persimpangan jalan. Sehingga, sejak pandemi, ada begitu banyak titik di Bandung yang jadi arena 'konser' para musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan.

"Ketika pandemi, banyak (musisi">musisi-jalanan">musisi">musisi jalanan) yang berhenti karena hotel, kafe, dan tempat lainnya ada yang tutup dan dibatasi aktivitasnya. Ini terjadi sejak Maret 2020 kalau enggak salah. Untuk bertahan, akhirnya mereka ke jalan," ujar Cepi.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X