• Senin, 8 Agustus 2022

Ngobrol di Dapur Bareng Ibu Pejuang Kanker

- Minggu, 8 Agustus 2021 | 15:06 WIB

Ia baru berencana kembali tinggal di Cianjur jika kondisi sang anak lebih baik dan jadwal pengobatan lebih panjang. "Nanti kalau sudah bulanan (sebulan sekali pengobatannya), baru saya pulang. Kalau sekarang masih mingguan, jadi nunggu di sini selama tiga bulan ini," tutur Ade.

Bicara soal semangat, Ade tentu pernah berada di fase 'runtuh'. Namun, ia perlahan bangkit dan terus memupuk semangatnya. Sebab, butuh semangat besar untuk menjemput kesembuhan bagi sang anak yang kini berusia 15 tahun.

Di saat yang sama, semangat sembuh dari anaknya juga akan berpengaruh besar pada kondisi kesehatannya. Sehingga, mau tak mau ia harus memacu semangat diri sendiri. Di sisi lain, ia juga harus memacu semangat sang anak.

"Kesembuhan anak itu tujuan terbesar besar. Saya harus terus menyemangati dia," jelas Ade.

Baca Ini Juga Yuk: Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Tumor dan Kanker Kata Ahlinya

Curhatan Dapur
Baik Imas maupun Ade, saat tak menemani anaknya berobat, mereka akan menjalani berbagai aktivitas di rumah singgah. Salah satunya memasak untuk kebutuhan para penghuni rumah singgah, termasuk memproduksi 'Jajanan di Ambu'.

Tak hanya Imas dan Ade, para ibu-ibu lainnya juga kerap melakukan aktivitas serupa. Alhasil, dapur menjadi sarana untuk saling mendekatkan satu sama lain. Sebab, kerap ada interaksi saat memasak dilakukan bersama.

Berbagai perbincangan pun kerap dilakukan agar suasana di dapur lebih meriah. Kadang ada yang mewarnai suasana di dapur dengan canda tawa, kadang ada cerita berbalut kesedihan. Ya, bisa dibilang, dapur jadi tempat curhat para ibu-ibu hebat ini.

Imas pernah merasakan sendiri bahwa dapur dan kegiatan memasak di sana tak hanya menghasilkan makanan. Di sana, ia dan para orang tua anak pejuang kanker bisa mengurangi beban dalam pikirannya. Mereka saling menyemangati dan memberi informasi satu sama lain.

"Kita saling semangatin aja. Karena kadang ada yang nanya 'kalau anak saya gini harus bagaimana?'. Nanti biasanya ada yang ngasih tahu harus begini, makannya begini, minumnya ini," jelas Imas.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X