• Senin, 8 Agustus 2022

Perjalanan, Luasnya Hati, dan Berbagi ala Uncle Teebob

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 14:51 WIB

Faktor lain yang membuat energinya berbagi semakin menjadi ialah karena dirinya pernah terpapar sindrom GBS dan terpapar covid, belum lama ini. Sindrom GBS pernah dialaminya pada 2017 silam dan ia sempat terpapar covid saat terjadi lonjakan tinggi penyebaran virus pada Juni silam.

Kondisi Uncle saat itu cukup kerepotan. Saturasi oksigennya turun drastis hingga mencapai angka 64. Ia kesulitan bernafas saat itu. Di tengah kesulitan itu, ia mendapat banyak sekali bantuan dari warga selama menjalani isolasi mandiri.

"Ini tuh kayak pengingat buat saya," katanya.

Dapur umum yang didirikannya di Jalan Wibawa, Cipedes, ini mulai beroperasi sejak pukul 02.00 WIB. Segala aktivitas dapur mulai dari memasak, membungkus, hingga membagikan makanan dilakukan oleh para relawan. Uncle menjelaskan, ada 18 relawan tetap dan relawan-relawan harian lainnya dalam mengoperasikan dapur umum ini.

Baca Ini Juga Yuk: Sarah Saputri, Dedikasi Diri untuk Musik dan Alam Lewat Harmonika

-

Terima Kasih untuk Penerima
Salah satu 'kebiasaan unik' Uncle saat berbagi adalah mengucapkan terima kasih kepada penerima manfaat. Saat ditanya, Ia menyebut sepatutnya antara penerima dan pemberi, keduanya tak ada perbedaan. Alasannya karena si pemberi tak akan disebut pemberi jika tak ada yang menerima pemberiannya.

Sesekali, ia mengajak anak dan istrinya berkeliling dan berbagi kebaikan. Usai memberikan sesuatu, biasanya Uncle akan bilang terima kasih untuk si penerima.

"Terus anak gue nanya: pah, kok kita yang bilang makasih ya? Nah, di situ gue jelasin, kita sebagai pemberi enggak akan disebut pemberi kalau enggak ada yang nerima pemberian kita," ungkapnya sembari tertawa.

Tanpa sengaja, kebiasaan baiknya membentuk kepribadian dua putranya. Ia mengaku kaget saat buah hatinya kerap meminta Alquran, ketimbang meminta uang jajan harian atau mingguan.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X