Perjalanan, Luasnya Hati, dan Berbagi ala Uncle Teebob

- Sabtu, 7 Agustus 2021 | 14:51 WIB





Gerak-geriknya sulit ditebak. Terlambat lima menit dari bertemu, bisa jadi kita tertinggal ke titik lain. Posisinya yang tak terduga mengingatkan pencinta sepak bola pada gaya bermain Filippo Inzaghi yang begitu ‘licin’ dan bisa mencetak gol, bahkan dari posisi yang tak mungkin dilakukan striker lain.

Penampilannya begitu sederhana. Tak ada arloji digital yang terkoneksi dengan ponsel, tak ada jas ataupun kemeja berdasi, tak ada wewangian berlebih dikenakannya.

Kami sempat merencanakan bertemu pada Kamis silam, pukul 15.00 WIB. Namun, kami baru tiba di lokasi pukul 15.05 WIB karena beberapa kendala di jalan.

“Aku lagi keliling, razia orang lapar. Enggak tahu nih arahnya ke mana,” isi pesan WhatsApp-nya. Kami belum berhasil mengikuti kegiatan razia orang lapar pada hari itu karena memang pergerakannya sulit ditebak.

Ya, di balik aksi luar biasa ini, ada figur Tubagus Zainal Arifin. Pria yang akrab disapa Uncle Teebob ini menghabiskan lebih dari dua dekade perjalanan hidupnya untuk berbagi dengan sesama. Nama Uncle sendiri memang tak asing. Sejak 2017, ia sudah menggunakan media sosialnya sebagai wadah mengajak kebaikan.

Awalnya, Uncle mengunggah foto atau video orang-orang yang membutuhkan bantuan orang lain, baik berupa uang, tenaga, maupun pikiran. Ia mengajak orang lain ikut turun tangan menyelesaikan masalah sesama yang membutuhkan bantuan.

Berbagai aksi baik itu berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Kegemaran Uncle bergitar dan melakukan perjalanan (travelling) juga membawanya keliling Indonesia. Saat bencana gempa mengguncang Lombok pada 2017, ia aktif menjalankan aksi sosial.

Memasuki 2018 dan 2019, akun Instagram-nya begitu aktif menginformasikan orang yang memerlukan bantuan. Banyak dari yang diunggah Uncle, begitu ia biasa disapa, membuat hati orang lain bergetar. Sebab, mereka yang 'diumumkan' Uncle ada mengidap penyakit 'aneh' hingga langka. Bahkan, tak jarang foto atau video yang diunggah sedikit vulgar agar siapapun bisa tahu kondisi orang yang membutuhkan bantuan.

Pandemi virus korona yang menghantui dunia setahun ini seolah memberi energi luar biasa pada Uncle untuk berbagi. Tak tanggung-tanggung, dua unit mobil dijualnya untuk membangun sebuah dapur umum di wilayah Cipedes, Kota Bandung. Ia membenarkan hal tersebut, meski sebetulnya enggan diketahui banyak orang.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X