• Senin, 8 Agustus 2022

Mengenal Dokter Ning sang Pejuang COVID-19 Dua Dunia

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 12:51 WIB

Di saat bersamaan, ia ternyata lupa mengedukasi orang dekat agar tidak terpapar dan menularkan lagi. Alhasil, ia terpapar COVID-19 dari asisten rumah tangganya yang berujung jadi klaster keluarga.

"Ironis ya sebenarnya. Yang aneh waktu itu saya sudah mulai edukasi, sudah mulai aktif edukasi di medsos, tapi kok saya lupa mengedukasi pembantu sendiri. Itu suatu tamparan yang sangat keras gitu," sesal Ning.

"Saya selama ini mengedukasi orang banyak, eh pembantu saya lupa saya edukasi. Baru tahu setelah kena itu, aduh pembantu saya malah lupa saya kasih tahu. Jadi, ya kadang gitu ya, sesuatu yang jauh kelihatan, yang dekat enggak keliahatan, itu tuh pelajaran banget buat saya," tuturnya.

Karena kerap menangani pasien dan pernah merasakan terpapar, Ning konsisten menyuarakan dan mengedukasi publik melalui media sosialnya. Itu terus dilakukannya sampai sekarang.

Namun, ia mengatakan perjalanannya mengedukasi publik melalui media sosial tak semua berjalan mulus. Ia pun pernah jadi korban perundungan. Ini terjadi saat jumlah pengikutnya masih sedikit. Ia bahkan sampai mengunci akun media sosialnya karena sempat tak tahan.

"Saya cuma komen masalah masker kalau enggak salah, di situ di-bully, sempat down di situ, sempat saya private Instagram saya karena saya kaget dengan dunia medsos waktu itu," katanya.

Namun, tak lama berselang ia bangkit dan kembali bergairah aktif mengedukasi publik melalui media sosial. Ia bertaut pada niat besar memberi informasi dan edukasi. Sehingga, hal-hal negatif yang dialaminya di media sosial akhirnya tak jadi hadangan berarti untuk memuluskan langkah.

Baca Ini Juga Yuk: Gufron Lana, Menentang Batas Membantu Sesama

Senang Jadi 'Detektif'
Bicara soal sosok dokter Ning, tak bisa dilepaskan dari bidang yang dikuasainya, yaitu penyakit dalam. Ibu tiga anak itu pun berbagi cerita tentang perjalanannya.

Ning sendiri tumbuh di keluarga dokter. Ayahnya dokter gigi, ibunya dokter mata, kakek dan beberapa anggota keluarganya yang lain juga banyak yang berprofesi sebagai dokter.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X