• Senin, 8 Agustus 2022

Kopi Penuh Asa dari Cici sang Barista Netra

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:28 WIB

Setelah selesai mengikuti pelatihan, Cici bekerja di Cafe More. Hal itu ditekuninya hingga sekarang. Ia pun sangat menikmati pekerjaannya.

-

Foto: Oris Riswan/Beritabaik.id

Sulitnya Meracik Kopi & Hadapi Konsumen
"Saya netranya dari lahir, saya low vision," kata Cici saat ditanya kondisi penglihatannya.

Secara umum, penyandang low vision ini dikategorikan tunanetra. Bedanya, penyandang low vision masih memiliki sedikit penglihatan alias sangat terbatas.

"Alhamdulillah masih bisa untuk melihat jalan mah, untuk melihat uang juga," tuturnya.

Meski masih punya penglihatan, tentu hal ini tak mudah dijalani. Sebab, gambaran penglihatan Cici sangat terbatas. Apalagi, menjadi barista, perlu penglihatan yang cukup tajam.

Sehingga, ketika meracik kopi, ia perlu mendekatkan matanya saat menakar kopi di atas timbangan, ke gelas saat menuangkan susu atau gula, hingga berbagai peralatan untuk meracik lainnya.

Penglihatan terbatas tak jadi kendala. Tekadnya menjadi barista mengalahkan segala hambatan yang ada. Meski begitu, diakuinya terkadang ada kendala yang sulit dihindari.

"Awalnya susah, masukin porta aja, porta yang belum diisi kopi, itu pun awal-awal sangat susah dengan penglihatan yang sangat terbatas. Ya, cuma lama-lama belajar, belajar, alhamdulillah sedikit demi sedikit mulai bisa," jelasnya.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X