• Kamis, 6 Oktober 2022

Kopi Penuh Asa dari Cici sang Barista Netra

- Sabtu, 31 Juli 2021 | 11:28 WIB

Setelah pesanan tersaji, pengunjung tinggal menikmatinya. Yakin deh, sajian yang ada tak akan bikin kecewa. Sebab, sajian di sini dibuat serius dan memiliki standar seperti kedai kopi kelas kafe pada umumnya.

Beritabaik.id lalu mengajak Cici duduk untuk berbincang setelah selesai membuatkan es kopi susu yang direkomendasikannya. "Oh, iya boleh," ucapnya dengan ramah. Dari sinilah perbincangan menarik tersaji. Mau tahu kisah menariknya? Yuk, simak ulasannya!

-

Foto: Rayhadi Shadiq/Beritabaik.id

Tujuh Bulan Jadi Barista
Cici belum terlalu lama jadi barista. Meski begitu, ia punya kemampuan apik meracik kopi maupun minuman lainnya.

"Saya sudah hampir tujuh bulan menjalani profesi sebagai barista di sini," ujar perempuan berusia 24 tahun itu.

Sebelum jadi barista, ia menempuh pelatihan lebih dulu selama beberapa bulan. Butuh perjuangan dan kesabaran hingga ia punya kemampuan seperti layaknya barista pada umumnya.

"Pertamanya ya pelatihan dulu, training dulu, gitu. Belajar-belajar ngeracik, memindahkan kopi, ukuran atau takaran juga dipelajari," ungkapnya.

Ia tertarik mengikuti pelatihan barista setelah mendapatkan tawaran. Sebelumnya, ia sama sekali tak pernah membayangkan menjadi barista. Sebab, profesi itu terbilang tak umum bagi penyandang disabilitas netra.

"Tahun 2019 itu ada pelatihan barista, saya ditawarin, tapi baru ikut tahun 2020," jelasnya.

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X