#AksiBaik BikersBohongan Bagi-bagi Nasi Bungkus

- Jumat, 30 Juli 2021 | 13:29 WIB

AksiBaik kali ini datang dari BikersBohongan. Pehobi motor klasik asal Bandung ini bagi-bagi nasi kuning untuk saudara-saudara kita yang masih harus bekerja di jalan selama masa PPKM Darurat.

Saat dijumpai Beritabaik.id, ada dua anggota BikersBohongan yang sedang membagikan makanan di Jalan Ciliwung, Bandung. Dia adalah Ijay Irawan dan Muhammad Nadia Dinata. Sebagai informasi, BikersBohongan adalah pehobi motor dari lintas bidang dari mulai musisi, pekerja kreatif, dan kantoran.

Ijay dan Nata menyebut, aksi bagi-bagi nasi ini dilakukan seminggu sekali di hari acak. Jadi, bisa jadi mereka bagi-bagi nasi di hari apapun, yang jelas dalam satu minggu ada satu kali mereka melakukannya.

Awal mula tercetusnya bagi-bagi nasi bungkus ini ialah saat salah seorang anggota BikersBohongan yang memesan nasi bungkus dalam jumlah lumayan besar yang kemudian dibagikan.

“Jadi, Ibu saya di rumah jualan nasi kuning dan nasi uduk. Nah, seorang anggota di BikersBohongan, namanya Rian, dia suka ngeborong dagangan Ibu saya, dan minta saya membagikan hasil borongan itu,” ujar Nata selaku Koordinator.

Teman-teman BikersBohongan ini membagikan nasi bungkus kepada para pekerja lepas harian yang masih harus ke luar rumah selama masa PPKM Darurat ini. Bagi-bagi makanan biasanya hanya dilakukan oleh satu atau maksimal dua anggota selama masa PPKM. Hal ini disebut mereka, guna menghindari terciptanya kerumunan baru.

Satu nasi bungkus biasanya berisi nasi kuning atau nasi uduk seharga Rp10 ribu. Karena masih diinisiasi oleh anggota-anggotanya, mereka membagikan dalam jumlah terbatas lebih dulu. Hari ini saja, mereka membagikan sebanyak 15 bungkus nasi.

Sasaran ‘donasi’ teman-teman BikersBohongan antara lain pemulung, penjual balon, dan petugas kebersihan di wilayah Jalan Citarum. Hal ini mereka lakukan sembari berangkat kerja. Pemilihan pekerja lepas sebagai sasaran donasi disebutnya sebagai bentuk saling rangkul di masa-masa seperti sekarang, sebab, enggak semua orang punya ‘keistimewaan’ bekerja dari rumah.

“Belum banyak yang bisa dibagiin. Ya, ini sih itung-itung sambil berangkat kerja aja,” sambung Nata.

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

X