• Senin, 8 Agustus 2022

Cerita di Balik Topeng sang Badut Hendayana

- Minggu, 25 Juli 2021 | 12:00 WIB

Meski begitu, sesekali sejak pandemi ia menerima undangan tampil. Namun, ia tak sembarangan. Ia harus memastikan jika di tempat beraksi betul-betul menerapkan protokol kesehatan.

"Saya sebagai badut hati-hati ketika terima tawaran job. Karena, ya itu, ketika saya terima, prokesnya tidak betul, ya saya enggak berani, kang. Karena risikonya bukan buat saya aja, tapi buat keluarga," jelas Henda.

Ia pun akhirnya menyesuaikan diri. Jika umumnya saat pandemi digaungkan adaptasi kebiasaan baru (AKB), ia juga melakukan adaptasi kebiasaan badut.

Sebiasa mungkin, protokol kesehatan selalu diutamakan. Salah satunya memakai pelindung wajah. Ia juga kerap mengampanyekan protokol kesehatan kepada penontonnya dalam setiap aksi.

Beralih Jadi Badut Daring
Sadar karena pandemi membuat Henda sepi pekerjaan, ia berpikir keras. Ia berusaha agar bisa tetap mendapat pemasukan.

Ia berinovasi menghadirkan jasa badut daring alias online. Sehingga, ia bisa beraksi menghibur penonton meski terpisah tempat.

"Online itu sudah setahun lebih, hampir dua tahun lah, saat masuk (pandemi) COVID-19," ungkap Henda.

Bagi orang yang sangat mengandalkan pemasukan dari penampilan, Henda jelas amat merasakannya. Pemasukan turun drastis. Namun, ia tetap berusaha mencari rezeki dengan cara halal.

"Untuk masalah rezeki, saya berpikir bahwa apapun itu bentuknya, saya akan berusaha untuk mencari rezeki, walaupun dalam konteks tidak di badut," paparnya.

-

Halaman:

Editor: Oris Riswan Budiana

Tags

Terkini

X