• Minggu, 14 Agustus 2022

Monica Hapsari, Seni & Hebatnya Kekuatan Kolektif

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:50 WIB

Apa sih yang berkesan dari masa kuliah?

“Ya buang-buang waktu aja. Hahahaha. Enggak sih, becanda, sebenernya gini. Saya itu tipe orang yang banyak mempertanyakan sesuatu. Di satu sisi, kita berteman memang harus ya, berteman dengan siapa aja. Tapi, ada kalanya saya kepengin apa yang saya omongin itu enggak di-iya-iyain aja. Ya, intinya sih ini terkait sama kaingintahuan dan upaya eksplorasi diri saya aja.”

Pada tahun 2002, wanita kelahiran 1983 ini melanjutkan pendidikannya di FSRD Institut Teknologi Bandung. Ia mengambil jurusan Kriya Tekstil. Perlakuan dan ‘budaya kampus’ saat itu dianggapnya cukup banyak membentuk pola pikirnya hingga saat ini, di mana dirinya hidup dari bidang yang sejalan dengan studinya.

Kayak gimana sih dunia perkuliahan dulu?

“Treatment di kampus itu bisa dibilang banyak membentuk saya. Di ITB tuh, seni nih, enggak bisa sembarangan. Enggak tau ya kalo di kampus lain, karena saya kan sekolahnya di ITB. Hahaha, dan di sana tuh kayak dapet temen-temen yang kritisnya tuh parah. Tapi sejauh yang saya rasain sih, kita kritis sebatas di karya, enggak dibawa personal.”

Maksudnya gimana?

“Ya, karya dan apa yang dilakukan seniman itu harus jelas alasannya. Enggak bisa sih seniman itu bebas urakan, justru enggak. Kalau di sekolah saya enggak.”

Jadi banyak dapat banyak manfaat ya?
“Iya. Lebih ke relasi sih. Saya ngejar Universitas yang ideal ini biar dapet lingkungan yang ideal. Orang tua di rumah sejak kecil itu cukup hardcore nyuruh saya baca, dan kebetulan saya suka. Balik lagi sih, temenan itu sama siapa aja, tapi ya ada kalanya butuh beberapa temen untuk diskusi.”

Hal membekas di masa kuliah apa aja sih?

“Aduh banyak banget. Apa ya? Yang ngebekas sampai sekarang sih lebih ke kerja kolektifnya ya.”

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

X