Monica Hapsari, Seni & Hebatnya Kekuatan Kolektif

- Sabtu, 24 Juli 2021 | 13:50 WIB





“Nanti saya boleh liat dulu enggak sebelum terbit? Takut salah ngomong?”

Pertanyaan ini mungkin sudah datang berulang kali kepada kami saat mengerjakan sebuah liputan sosok. Namun, kali ini yang melontarkan pertanyaannya mungkin tak bisa dibilang biasa-biasa saja.

Banyak orang yang mengenal sosoknya. Sebagai seniman, dia cukup dikenal dari sebuah kolektif ke kolektifan lainnya. Sebagai seorang musisi, ia dikenal lewat penampilannya bersama band-band kenamaan seperti Pandai Besi, Efek Rumah Kaca. Karyanya sendiri sebagai seorang musisi juga enggak bisa dilewatkan begitu saja. Tercatat ia pernah aktif bermusik dengan Voyagers of Icarie dan Boys Are Toys, kemudian Pandai besi dan Efek Rumah Kaca, sebelum akhirnya menancapkan bendera sendiri sebagai solois pada 2020 silam.

Ya, satu kebahagiaan buat kami bisa ngobrol sejenak bareng Monica Hapsari. Hal pertama yang kami tangkap dari obrolan bareng Monica adalah, sosoknya yang ternyata berbanding terbalik dengan realita yang dialami. Ia boleh jadi disebut sebagai sosok yang populer di kalangan penggemar kultur pop, khususnya skena musik dan seni rupa di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta. Akan tetapi, ia nampak seperti tak menginginkan hal tersebut. Popularitas bagi seorang seniman menurutnya bukanlah sebuah keharusan.

“Enggak lah. Enggak semua orang harus terkenal juga. Dan siapapun orang yang kirim pesan di Instagram, pasti saya bales,” katanya.

Tertarik ke dunia seni sejak kapan sih?

“Dari kecil banget kali ya. Memang sih seni rupa dan musik itu kayak dua hal yang saya punya ketertarikan di dalamnya.”

Menghabiskan masa kecil di Jakarta berarti, ya?

“Iya. SD sampe SMA tuh di sini. Pas kuliah deh baru ke Bandung.”

Halaman:

Editor: Avitia Nurmatari

Tags

Terkini

X